BBRMP Sulawesi Tengah Sosialisasikan Aplikasi SISCrop 2.0
Sigi, 5 Februari 2026 – Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BBRMP) Sulawesi Tengah melaksanakan Sosialisasi Aplikasi SISCrop 2.0 di Aula BBRMP Sulawesi Tengah. Kegiatan ini diikuti oleh LO Swasembada Pangan BBRMP Sulawesi Tengah serta Penyuluh Kementerian Pertanian sebagai upaya peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam pemanfaatan teknologi informasi untuk perencanaan pertanian.
Sosialisasi ini merupakan tindak lanjut dari kebutuhan penguatan sistem pendataan pertanian berbasis aplikasi yang terintegrasi. Melalui pemanfaatan SISCrop 2.0, proses perencanaan tanam yang sebelumnya dilakukan secara manual diharapkan beralih ke sistem berbasis data aktual kondisi lahan di lapangan. Aplikasi ini berfungsi sebagai alat bantu pengolahan data pertanian untuk menghasilkan informasi yang akurat dalam penyusunan target tanam, potensi tanam, serta perhitungan luasan pertanaman secara sistematis dan terukur.
Peserta dibekali pemahaman mengenai fungsi utama aplikasi, alur kerja sistem, serta pentingnya ketepatan pengisian data sebagai dasar perencanaan yang valid. Ditekankan bahwa SISCrop 2.0 tidak hanya berperan sebagai media input data, tetapi juga sebagai alat analisis kondisi lahan yang menjadi dasar penyusunan rencana tanam di wilayah kerja.
Pada sesi pemaparan, Muchtar, S.P., M.P. dan Irwan Suluk Padang, S.P., M.Sc. selaku narasumber mempraktikkan langsung penggunaan aplikasi, mulai dari input data kondisi lahan yang meliputi fase air, vegetatif 1 dan 2, generatif 1 dan 2 serta fase bera, hingga proses pengunduhan data hasil olahan. Data tersebut selanjutnya digunakan sebagai dasar perhitungan target tanam dan perencanaan luasan pertanaman.
Narasumber juga menjelaskan keterkaitan antara fase kondisi lahan dengan perhitungan potensi tanam pada periode berikutnya. Pemahaman alur ini diharapkan mampu membantu peserta dalam membaca data aplikasi secara tepat dan menerjemahkannya ke dalam rencana kerja lapangan yang realistis.
Kegiatan berlangsung interaktif melalui diskusi dan tanya jawab terkait kendala teknis penggunaan aplikasi di lapangan. Beberapa peserta turut melakukan simulasi langsung untuk memperkuat pemahaman terhadap tahapan penggunaan SISCrop 2.0.
Melalui kegiatan ini, diharapkan LO Swasembada Pangan dan Penyuluh Kementerian Pertanian dapat mengimplementasikan Aplikasi SISCrop 2.0 secara optimal dalam pendampingan di wilayah binaan, sehingga perencanaan tanam menjadi lebih tepat sasaran, sesuai kondisi lahan, serta didukung oleh sistem pelaporan pertanian yang akurat dan terintegrasi.
Penulis : Dwiky Raditya La'lang
Editor : Irwan Suluk Padang