BRMP Sulawesi Tengah Bersama Tim Kementan Tinjau Langsung Kasus Bangkalan Durian di Parigi Moutong
Parigi Moutong, 26 Agustus 2026 — Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Hortikultura, Direktorat Pelindungan Hortikultura, bersama Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Tengah melaksanakan kunjungan lapangan ke Kabupaten Parigi Moutong. Kegiatan ini merupakan wujud sinergi lintas instansi dalam upaya percepatan penanganan masalah bangkalan pada tanaman durian, yang menjadi perhatian serius bagi petani durian di Sulawesi Tengah.
Sebelum melakukan peninjauan ke lokasi, tim Direktorat Pelindungan Hortikultura yang dipimpin langsung oleh Dr. Ir. Leli Nuryati, M.Sc., bersama Kepala BRMP Sulawesi Tengah Dr. Ruslan Boy, SP., M.Si., terlebih dahulu menggelar pertemuan koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Kegiatan ini melibatkan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sulawesi Tengah, Direktorat Buah dan Florikultura, Direktorat Hilirisasi Hasil Hortikultura, Universitas Tadulako, Universitas Alkhairaat, BRMP Buah Tropika Solok, Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sulawesi Tengah, Pusat Riset Hortikultura BRIN, BRIDA Sulawesi Tengah, UPTD BPTPH Sulawesi Tengah, serta Asosiasi Perkebunan Durian Sulawesi Tengah.
Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sulawesi Tengah, Dodot Tinarso, S.Sos., M.T., menyampaikan apresiasi tinggi atas perhatian dan dukungan Kementerian Pertanian dalam merespons permasalahan yang dihadapi petani durian.
"Dukungan Kementerian Pertanian ini merupakan bentuk perhatian nyata terhadap persoalan yang dihadapi petani. Kami berharap melalui kolaborasi dan penelitian bersama, penyebab bangkalan dapat segera diketahui dan ditemukan langkah penanganan yang tepat," ujar Dodot Tinarso.
Rombongan selanjutnya berkoordinasi dengan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Parigi Moutong yang dipimpin oleh Plt. Kepala Dinas Dadan Priatna Jaya, S.Hut. Pertemuan teknis ini menjadi langkah awal untuk memperoleh data dan informasi terkini mengenai kondisi tanaman serta upaya penanganan yang telah dilakukan di lapangan.
Tim kemudian menuju Desa Baraban, Kecamatan Balinggi, untuk meninjau langsung lahan milik Kelompok Tani Budi Rahayu. Ketua kelompok, I Wayan Budarsana, menjelaskan praktik budidaya yang diterapkan di lahannya seluas sekitar 2 hektar, di mana secara keseluruhan kelompok mengelola areal pertanaman durian mencapai sekitar 30 hektar.
Di hadapan para petani, Direktur Pelindungan Hortikultura menjelaskan maksud dan tujuan kunjungan, serta menyampaikan pentingnya identifikasi Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) secara terpadu dan berbasis hasil penelitian. Pendekatan ini diharapkan mampu menghasilkan solusi yang tepat sasaran serta menjaga keberlanjutan produksi durian di wilayah Parigi Moutong.
Tim juga melakukan pengamatan langsung terhadap kondisi tanaman dan buah durian yang terdampak bangkalan. Dalam upaya penanganan, lembaga riset dan perguruan tinggi turut dilibatkan — Pusat Riset Hortikultura BRIN bersama akademisi Universitas Tadulako akan melakukan penelitian mendalam untuk mengidentifikasi penyebab bangkalan dan merumuskan teknologi pengendalian yang efektif.
Kepala BRMP Sulawesi Tengah, Dr. Ruslan Boy, SP., M.Si., menegaskan komitmen balainya dalam mendukung upaya pemulihan pertanaman durian di Parigi Moutong.
"Kami memahami betul bahwa bangkalan bukan sekadar masalah teknis pertanian, melainkan masalah yang menyangkut penghidupan dan kesejahteraan para petani durian di Sulawesi Tengah. Sebagai lembaga yang bertugas menerapkan modernisasi pertanian, BRMP Sulawesi Tengah akan terus memperkuat sinergi pendampingan di lapangan, memastikan teknologi pertanian yang adaptif dan spesifik lokasi dapat segera diserap dan diterapkan oleh petani. Sinergi antara riset, akademisi, dan praktisi lapangan adalah kunci untuk menemukan solusi yang tepat, cepat, dan berkelanjutan. Kami berkomitmen memastikan durian Sulawesi Tengah tetap menjadi komoditas unggulan yang berkualitas tinggi, sehingga dapat terus bersaing di pasar nasional maupun internasional," tegas Dr. Ruslan Boy.
Melalui intervensi teknologi proteksi tanaman, riset kolaboratif lintas institusi, serta pendampingan secara berkelanjutan, Kementerian Pertanian menargetkan kondisi pertanaman durian di Parigi Moutong dapat segera pulih. Langkah ini tidak hanya bertujuan meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani, tetapi juga menjaga mutu serta kepercayaan pasar terhadap durian Parigi Moutong sebagai salah satu produk buah tropis unggulan Indonesia, termasuk untuk memenuhi peluang pasar yang lebih luas hingga tingkat internasional.
Penulis: Nur Azizah Sakinah
Editor: Asnidar