BRMP Sulawesi Tengah dan Pupuk Indonesia Perkuat Sinergi Pengelolaan Pupuk Bersubsidi
Palu, 24 September 2026. Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Tengah menerima kunjungan manajemen Pupuk Indonesia Wilayah Sulawesi Tengah dalam rangka memperkuat koordinasi dan sinergi terkait pengelolaan, ketersediaan, serta distribusi pupuk bersubsidi di wilayah Sulawesi Tengah. Kegiatan berlangsung di Ruang AOR BRMP Sulawesi Tengah dan dihadiri Kepala BRMP Sulawesi Tengah, Liaison Officer (LO) kabupaten, Kapoksi dan Katimker lingkup BRMP Sulawesi Tengah, serta jajaran CWS BRMP Sulawesi Tengah.
Kepala BRMP Sulawesi Tengah, Dr. Ruslan Boy, S.P., M.Si., dalam arahannya memperkenalkan tim BRMP Sulawesi Tengah sekaligus menyampaikan perkembangan Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL) pupuk di Sulawesi Tengah. Ia menekankan pentingnya kesiapan data dan penguatan koordinasi antarpihak untuk memastikan kebutuhan pupuk di lapangan dapat diidentifikasi dan ditindaklanjuti secara tepat.
Tim Pupuk Indonesia menyampaikan bahwa kolaborasi dengan BRMP Sulawesi Tengah selama ini berjalan dengan baik dan akan terus diperkuat. Pupuk Indonesia juga memiliki tim uji tanah mobile yang siap mendukung kegiatan sosialisasi pupuk sekaligus pengujian tanah di lapangan. Tim tersebut juga siap melakukan pendekatan jemput bola untuk mengidentifikasi berbagai persoalan pupuk bersubsidi, baik terkait ketersediaan maupun alokasi bagi petani.
Dalam arahannya, Kepala BRMP Sulawesi Tengah menegaskan perlunya strategi bersama untuk memperbaiki alokasi dan distribusi pupuk bersubsidi sehingga petani memperoleh pupuk sesuai kebutuhan dan alokasi yang telah ditetapkan. Distribusi harus memperhatikan prinsip tepat jenis, tepat jumlah, dan tepat waktu, serta tetap mengikuti ketentuan yang berlaku.
“Data yang akurat perlu disiapkan sebagai dasar untuk mengantisipasi dan menyelesaikan berbagai persoalan di lapangan. Karena itu, sinergi dengan Pupuk Indonesia dan instansi terkait perlu terus diperkuat,” ujar Kepala BRMP Sulawesi Tengah.
Kepala BRMP juga meminta agar CPCL pupuk untuk mendukung kegiatan PM-AAS segera diselesaikan, sekaligus mendorong keterlibatan Pupuk Indonesia dalam berbagai kegiatan dan rapat koordinasi pertanian di tingkat kabupaten. Para koordinator penyuluhan kabupaten juga diarahkan membangun komunikasi yang lebih efektif melalui grup koordinasi sesuai tugas dan wilayah kerja masing-masing.
Dalam sesi diskusi, beberapa peserta menyampaikan sejumlah persoalan yang masih ditemui di lapangan. Menanggapi hal tersebut, Pupuk Indonesia menyampaikan bahwa evaluasi terhadap permasalahan-permasalah yang terjadi di lapangan.
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi dan kolaborasi antara BRMP Sulawesi Tengah, Pupuk Indonesia, penyuluh, pemerintah daerah, serta pemangku kepentingan lainnya. Dengan komunikasi yang lebih terintegrasi dan dukungan data yang akurat, berbagai kendala pengelolaan pupuk diharapkan dapat diminimalkan dan diselesaikan sedini mungkin untuk mendukung kelancaran kegiatan pertanian dan implementasi PM-AAS di Sulawesi Tengah.
Penulis: Irwan S.
Editor: Muchtar