BRMP Sulteng Awali Implementasi PM-AAS di Poso, Percepat Modernisasi Budidaya Padi
Poso, 28 Juli 2026 . Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Tengah menggelar sosialisasi sekaligus tanam perdana Program Budidaya Pertanian Modern–Advanced Agricultural System (PM-AAS) di Desa Tonusu, Kecamatan Pamona Utara, Kabupaten Poso, Selasa (28/7). Kegiatan ini menjadi langkah awal percepatan penerapan budidaya padi berbasis teknologi modern dalam mendukung program swasembada pangan nasional.
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala BRMP Sulawesi Tengah Dr. Ruslan Boy, S.P., M.Si., didampingi Kepala Bagian Tata Usaha Fujiaty, S.E., M.M., bersama tim teknis BRMP Sulawesi Tengah dan Kelompok Substansi Penyuluhan CWS BRMP Sulawesi Tengah yang diwakili Ir. Deecy Keamur, M.Si. Turut hadir Asisten II Bidang Pemerintahan Kabupaten Poso Abdul Kahar Latjare yang mewakili Bupati Poso, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Poso Mustafa A. Tohan, S.P., M.P., Camat Pamona Puselemba, Kepala Desa Tonusu Luter Mamboyu, perwakilan Polsek Pamona Utara, perwakilan Koramil Pamona Utara, para penyuluh pertanian, serta kelompok tani setempat.
Dalam sambutannya, Kepala BRMP Sulawesi Tengah Dr. Ruslan Boy, SP, M.Si., menjelaskan bahwa BRMP merupakan unit pelaksana teknis Kementerian Pertanian yang bertugas menjembatani inovasi dan teknologi pertanian kepada petani melalui kegiatan pendampingan, diseminasi inovasi, serta monitoring dan evaluasi di lapangan. Kehadiran BRMP di Kabupaten Poso diharapkan semakin memperkuat kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, penyuluh pertanian, dan petani dalam menyukseskan implementasi Program PM-AAS.
Ia menyampaikan bahwa Kementerian Pertanian terus mempercepat pencapaian swasembada pangan dan peningkatan ekspor pertanian melalui dua strategi utama, yakni ekstensifikasi melalui program cetak sawah dan optimasi lahan (Oplah), serta intensifikasi melalui penerapan teknologi budidaya modern berbasis PM-AAS. Program ini menjadi salah satu strategi nasional untuk meningkatkan produktivitas padi secara berkelanjutan dengan target pengembangan mencapai satu juta hektare di seluruh Indonesia. Khusus di Kabupaten Poso, pelaksanaan PM-AAS ditargetkan seluas 3.020 hektare hingga Desember 2026.
Dr. Ruslan Boy juga mengajak seluruh penyuluh pertanian untuk menjadikan Program PM-AAS sebagai amanah dalam mendampingi petani. Menurutnya, keberhasilan program sangat bergantung pada sinergi seluruh pemangku kepentingan, terutama penyuluh sebagai ujung tombak pendampingan di lapangan.
"Program PM-AAS merupakan kesempatan bagi petani untuk meningkatkan produksi dengan dukungan teknologi. Pemerintah juga memberikan bantuan benih dan pupuk sebagai bagian dari dukungan pelaksanaan program. Karena itu, mari kita bersama-sama mengawal pelaksanaannya agar mampu meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani," ujarnya.
Selain itu, ia menekankan pentingnya menjaga keberadaan lahan pertanian dari ancaman alih fungsi lahan. Menurutnya, lahan pertanian merupakan aset strategis yang harus dipertahankan agar target swasembada pangan dapat tercapai secara berkelanjutan.
Sementara itu, sambutan Bupati Poso yang dibacakan oleh Asisten II Bidang Pemerintahan Kabupaten Poso Abdul Kahar Latjare menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Program PM-AAS di Kabupaten Poso. Pemerintah Kabupaten Poso mendukung penuh gerakan tanam padi sebagai langkah nyata dalam mendukung swasembada pangan nasional. Program PM-AAS dinilai sebagai wujud modernisasi pertanian melalui pemanfaatan inovasi dan teknologi yang perlu diterapkan secara luas oleh petani. Pemerintah daerah juga berharap distribusi pupuk dapat berjalan tepat sasaran serta menegaskan pentingnya peran penyuluh pertanian dalam mendampingi petani selama proses budidaya.
Pemerintah Kabupaten Poso juga menilai alih fungsi lahan masih menjadi tantangan bagi keberlanjutan sektor pertanian. Dengan luas lahan pertanian sekitar 15.300 hektare, dukungan terhadap rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi menjadi kebutuhan penting agar pelaksanaan PM-AAS dapat berjalan secara optimal.
Usai kegiatan sosialisasi, seluruh peserta melaksanakan tanam perdana padi sebagai simbol dimulainya implementasi Program PM-AAS di Kabupaten Poso. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi teknis mengenai konsep budidaya PM-AAS, sistem monitoring pelaksanaan program, serta sosialisasi penggunaan aplikasi e-Banper yang disampaikan oleh Penanggung Jawab Kegiatan PM-AAS, Muchtar, S.P., M.P.
Dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, BRMP Sulawesi Tengah optimis Program PM-AAS mampu mendorong peningkatan produktivitas padi melalui penerapan teknologi modern. Program ini diharapkan tidak hanya memperkuat sinergi antara pemerintah dan petani, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan petani serta menjadi bagian penting dalam mewujudkan swasembada pangan nasional dan memperkuat daya saing sektor pertanian Indonesia.
Penulis : Muh. Fajrin Utina
Editor : Risna