BRMP Sulteng Evaluasi Cetak Sawah dan Oplah 2026, Percepat Penyelesaian Pekerjaan di Lapangan
SIGI – Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Tengah menggelar rapat evaluasi dan koordinasi pelaksanaan kegiatan cetak sawah, optimasi lahan (Oplah), dan irigasi Tahun Anggaran 2026 di Kabupaten Sigi. Pertemuan strategis ini bertujuan mengidentifikasi kendala teknis sekaligus merumuskan langkah percepatan penyelesaian pekerjaan sesuai target yang ditetapkan.
Rapat dipimpin langsung oleh Kepala BRMP Sulawesi Tengah, Dr. Ruslan Boy, S.P., M.Si., dan dihadiri Tenaga Ahli Menteri Pertanian RI, Prof. Dr. Ir. Hasil Sembiring, M.Sc. Turut hadir tim Balai Pengelolaan Lahan dan Irigasi Pertanian (BPLIP) Kelas I Makassar, tim ahli Center of Technology (COT) Universitas Hasanuddin, serta seluruh penanggung jawab kegiatan tingkat kabupaten se-Sulawesi Tengah.
Dalam paparannya, Prof. Hasil Sembiring memetakan tingkat risiko penyelesaian cetak sawah, khususnya pekerjaan fisik land clearing (LC) yang batas waktunya berakhir pada November 2026. Berdasarkan hasil evaluasi, sejumlah paket di Kabupaten Sigi tergolong aman. Namun, paket di Kabupaten Tolitoli dan Tojo Una-Una memerlukan pengendalian ekstra, sementara beberapa titik di Sigi, Buol, dan Donggala masuk kategori berisiko terlambat akibat volume sisa pekerjaan yang masih besar.
Merespons kondisi tersebut, rapat menyepakati sejumlah langkah taktis. Fokus percepatan meliputi evaluasi kapasitas penyedia jasa, penambahan dan mobilisasi alat berat, serta pengawasan ketat progres harian di lapangan. Jumlah dan kondisi riil alat berat divalidasi guna memastikan kebutuhan tambahan dapat segera dieksekusi.
Selain percepatan konstruksi, BRMP Sulteng juga menekankan pentingnya transisi kesiapan lahan. Area yang telah melalui tahap LC, land leveling (LL), dan pengolahan tanah diinstruksikan untuk segera ditanami tanpa jeda. Oleh karena itu, kesiapan Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL), benih, pupuk, hingga penyediaan dolomit harus dikalkulasi secara presisi sebelum fisik lahan rampung.
Kepala BRMP Sulawesi Tengah, Dr. Ruslan Boy, menginstruksikan para penanggung jawab kabupaten agar segera melaporkan kendala lapangan secara proaktif. "Penguatan koordinasi dan pengawasan sangat krusial. Kita harus memastikan penyelesaian pekerjaan fisik berjalan selaras dengan kesiapan tanam demi mendukung perluasan areal tanam dan memperkuat ketahanan pangan di Sulawesi Tengah," tegasnya.