BRMP Sulteng Monitoring Pembibitan Kakao Parimo untuk Sukseskan Hilirisasi Perkebunan
Parigi Moutong, 7 Oktober 2026. Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Tengah melaksanakan kunjungan kerja sekaligus pemantauan mendalam ke unit pembibitan kakao di Kecamatan Kasimbar Barat, Kabupaten Parigi Moutong, pada Selasa (6/10). Kegiatan ini menjadi bagian penting dari pengawasan dan jaminan mutu dalam rangka penyaluran bantuan sarana pertanian kepada para petani di wilayah Sulawesi Tengah.
Tim BRMP melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh persediaan bibit kakao yang tengah dipelihara. Fokus utama pemantauan meliputi penghitungan jumlah bibit yang telah memenuhi syarat kesiapan penyaluran, verifikasi kelayakan fisik, serta penilaian kualitas pertumbuhan yang mencakup kekuatan batang, kesegaran daun, kesehatan akar, hingga terbebas dari serangan hama dan penyakit.
Seluruh bibit yang dinyatakan lulus penilaian dan layak untuk disalurkan akan melalui proses sertifikasi resmi terlebih dahulu. Langkah ini diambil untuk menjamin bahwa setiap bibit yang sampai ke tangan petani benar-benar bermutu unggul, telah terverifikasi secara ketat, serta memiliki jaminan asal-usul yang dapat dipertanggungjawabka. Hal ini sangat penting guna memastikan pertumbuhan tanaman yang optimal serta produktivitas yang tinggi di masa panen.
Pemantauan ini merupakan langkah strategis dalam mendukung penuh pelaksanaan program hilirisasi perkebunan yang menjadi prioritas utama di Provinsi Sulawesi Tengah. Program ini bertujuan tidak hanya untuk meningkatkan kuantitas produksi, tetapi juga mengembangkan rantai nilai komoditas kakao agar lebih maju, efisien, dan memberikan keuntungan yang lebih besar bagi para petani.
Sulawesi Tengah dikenal sebagai salah satu provinsi penyumbang produksi biji kakao terbesar di Indonesia. Komoditas ini menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat di berbagai kabupaten, termasuk Parigi Moutong. Oleh karena itu, peningkatan kualitas bibit sejak dini dianggap sebagai fondasi utama untuk mempertahankan posisi Sulawesi Tengah sebagai sentra produksi kakao nasional, sekaligus mendorong kesejahteraan petani dan kemajuan ekonomi daerah secara berkelanjutan.
Dengan tersalurkannya bibit unggul yang bersertifikat, diharapkan tanaman kakao dapat tumbuh lebih sehat, berbuah lebih cepat, menghasilkan biji dengan kualitas yang lebih baik, serta mampu bertahan dari tekanan lingkungan dan serangan hama. Hal ini pada akhirnya akan berdampak langsung pada peningkatan pendapatan keluarga petani dan penguatan ekonomi pedesaan di seluruh wilayah Sulawesi Tengah.
Penulis: Nur Azizah Sakinah
Editor: Naufal Mahdi Rameda