BRMP Sulteng Pastikan Brigade Pangan Ujung Landasan Agriculture Poso Siap Dikembangkan
Poso, 4 September 2026. Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Tengah, Dr. Ruslan Boy, S.P., M.Si., didampingi Kepala Bagian Tata Usaha Fujiaty, S.E., M.M., serta LO Swasembada Pangan, melakukan kunjungan ke lokasi Brigade Pangan Ujung Landasan Agriculture di Kabupaten Poso, Jumat (4/9). Kunjungan tersebut bertujuan melakukan identifikasi, verifikasi, dan validasi terhadap anggota brigade pangan serta lokasi yang menjadi objek pengembangan usaha. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut arahan Menteri Pertanian dalam rangka mendukung operasional dan pengembangan usaha brigade pangan sebagai bagian dari upaya penguatan produksi pangan.
Pelaksanaan identifikasi, verifikasi, dan validasi dilakukan untuk memastikan kesiapan kelembagaan, keanggotaan, serta kesesuaian lokasi dengan ketentuan yang dipersyaratkan dalam penyaluran dan pengelolaan bantuan pemerintah. Proses tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan dukungan pemerintah diberikan secara tepat sasaran, akuntabel, dan sesuai dengan regulasi yang berlaku. Verifikasi lapangan juga diperlukan untuk memperoleh data faktual sebagai bahan penyusunan laporan dan dasar pengambilan kebijakan dalam pengembangan Brigade Pangan Ujung Landasan Agriculture.
Sebelum melakukan peninjauan ke lokasi lahan yang dikelola brigade pangan, Tim BRMP Sulawesi Tengah terlebih dahulu melakukan koordinasi dengan Tim Badan Bank Tanah, unsur TNI dan Kepolisian yang bertugas mengawal lahan Hak Pengelolaan (HPL), serta Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Lore Timur. Dalam pertemuan tersebut diperoleh informasi mengenai status dan pengelolaan lahan bekas Hak Guna Usaha (HGU) PT Hasfarm yang saat ini berstatus HPL dan dikelola oleh Badan Bank Tanah. Pemanfaatan lahan tersebut dapat diarahkan melalui mekanisme reforma agraria sesuai dengan ketentuan dan tata kelola yang telah ditetapkan.
Selain koordinasi terkait status lahan, Tim BRMP Sulawesi Tengah juga melakukan pertemuan dengan pengurus Brigade Pangan Ujung Landasan Agriculture untuk melakukan validasi data dan keanggotaan. Validasi tersebut mencakup kesesuaian anggota dengan kelembagaan brigade pangan serta kesiapan kelompok dalam mengelola dan mengembangkan usaha pertanian. Data hasil validasi menjadi salah satu komponen penting dalam memastikan dukungan sarana, prasarana, dan bantuan pemerintah dapat diberikan berdasarkan kondisi serta kebutuhan faktual di lapangan.
Kepala BRMP Sulawesi Tengah Dr. Ruslan Boy, S.P., M.Si., menyampaikan bahwa kunjungan lapangan tersebut merupakan bagian dari proses identifikasi, verifikasi, dan validasi yang harus dilakukan secara menyeluruh sebelum dukungan pemerintah diberikan. Menurutnya, aspek kelembagaan, keanggotaan, lokasi, serta status dan pemanfaatan lahan perlu dipastikan agar pelaksanaan program berjalan sesuai ketentuan. Koordinasi lintas sektor juga diperlukan, khususnya dalam mendukung kelompok anak muda yang tergabung dalam brigade pangan agar dapat memperoleh kepastian dan akses pengelolaan lahan yang sesuai dengan regulasi.
Selanjutnya, Tim BRMP Sulawesi Tengah melakukan kunjungan ke kantor Badan Bank Tanah untuk membahas langkah-langkah yang diperlukan dalam mendukung pengelolaan lahan HPL oleh generasi muda yang tergabung dalam Brigade Pangan Ujung Landasan Agriculture. Sinergi antara BRMP, Badan Bank Tanah, TNI, Kepolisian, penyuluh pertanian, dan pengurus brigade pangan diharapkan dapat memperkuat tata kelola program serta memastikan dukungan pemerintah terlaksana secara tepat sasaran dan sesuai ketentuan. Kepala BRMP Sulawesi Tengah menegaskan bahwa dukungan pemerintah harus dibangun berdasarkan data yang valid, status lahan yang jelas, serta kelembagaan yang memenuhi persyaratan. “Kami ingin memastikan seluruh proses berjalan sesuai ketentuan, sehingga bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran dan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh brigade pangan. Yang lebih penting, anak-anak muda yang tergabung di dalamnya harus mampu mengelola lahan secara produktif dan berkelanjutan,” tegas Dr. Ruslan Boy. Kolaborasi lintas sektor tersebut diharapkan mampu mendorong optimalisasi pemanfaatan lahan, peningkatan produktivitas pertanian, penguatan peran generasi muda, serta mendukung terwujudnya swasembada pangan yang berkelanjutan.
Penulis: Risna
Editor: Irwan Suluk Padang