BRMP Sulteng Terima Kunjungan BBPP Batangkaluku, Perkuat Sinergi Pelatihan Petani Kelapa Sawit
Sigi, 15 Juli 2026 – Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Tengah menerima kunjungan Tim Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Batangkaluku di Kantor BRMP Sulawesi Tengah. Kunjungan tersebut diterima langsung oleh Kepala BRMP Sulawesi Tengah, Dr. Ruslan Boy, S.P., M.Si., didampingi Kepala Bagian Tata Usaha Fujiaty, SE., MM serta Kepala Kelompok Kerja Penerapan dan Penilaian Kesesuaian Dr. Herawati, SP., M.Si.
Pertemuan ini difokuskan pada koordinasi persiapan pelaksanaan pelatihan bagi petani kelapa sawit di Kabupaten Morowali. Pelatihan yang akan diselenggarakan oleh BBPP Batangkaluku di Kota Palu tersebut direncanakan melibatkan 167 peserta, yang terdiri atas petani, penyuluh pertanian, serta tenaga teknis dari instansi yang membidangi perkebunan kelapa sawit.
Kegiatan pelatihan dirancang untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di sektor perkebunan, khususnya melalui pengolahan limbah kelapa sawit menjadi pupuk organik. Selain mendapatkan materi di kelas, peserta juga akan mengikuti praktik lapangan dan demonstrasi pembuatan pupuk organik sehingga teknologi yang dipelajari dapat langsung diterapkan dalam kegiatan usaha tani.
Pemanfaatan limbah perkebunan menjadi pupuk organik diharapkan mampu memberikan solusi terhadap pengelolaan limbah sekaligus menghasilkan produk yang bernilai ekonomis. Dengan demikian, petani tidak hanya berkontribusi dalam menjaga kelestarian lingkungan, tetapi juga memperoleh peluang untuk meningkatkan efisiensi biaya produksi dan menambah nilai usaha pertanian mereka.
Pada kesempatan tersebut, Kepala BRMP Sulawesi Tengah, Dr. Ruslan Boy, S.P., M.Si., menyampaikan apresiasi atas terjalinnya kolaborasi antara BRMP Sulawesi Tengah dan BBPP Batangkaluku dalam mendukung pengembangan kompetensi sumber daya manusia pertanian.
"Pelatihan seperti ini merupakan langkah yang sangat baik untuk meningkatkan keterampilan petani dalam mengelola potensi yang ada di sekitar mereka. Pemanfaatan limbah kelapa sawit menjadi pupuk organik tidak hanya mampu mengurangi pencemaran lingkungan, tetapi juga dapat menekan biaya produksi serta meningkatkan pendapatan petani. Kami siap mendukung pelaksanaan kegiatan ini agar memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat," ujarnya.
Selain membahas pelatihan bagi petani kelapa sawit, kedua instansi juga mendiskusikan rencana pengembangan program pelatihan pada tahun mendatang yang akan menyasar petani kakao di sejumlah kabupaten di Sulawesi Tengah. Program tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kompetensi petani sekaligus mempercepat penerapan teknologi pertanian yang modern, efisien, dan berkelanjutan.
Koordinasi ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi antar Unit Pelaksana Teknis Kementerian Pertanian guna mendukung pembangunan sumber daya manusia pertanian di Sulawesi Tengah. Melalui kerja sama yang solid, pelaksanaan pelatihan diharapkan berlangsung secara efektif dan tepat sasaran, sekaligus menghasilkan petani yang memiliki kemampuan teknis dalam mengolah limbah perkebunan menjadi produk bernilai tambah. Ke depan, hasil pelatihan ini juga diharapkan menjadi contoh penerapan ekonomi sirkular di kawasan perkebunan yang mampu meningkatkan produktivitas, menjaga kelestarian lingkungan, serta mendorong kesejahteraan petani.
Penulis: Muh. Fajrin Utina
Editor: Irwan Suluk Padang