Dukung Penerapan Green Feed Center, BRMP Sulawesi Tengah Hadir Sebagai Narasumber
Parigi Moutong, 5 Oktober 2026. Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Tengah memperkuat dukungan terhadap peningkatan produktivitas ternak sapi melalui penerapan teknologi dan manajemen peternakan modern. Dukungan tersebut diwujudkan melalui keterlibatan sebagai narasumber dalam Demo Pelatihan Penerapan Metode Green Feed Center (GFC) yang difasilitasi oleh Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Sulawesi Tengah di Kelompok Ternak Harapan Baru II, Desa Sumbersari, Kecamatan Parigi Selatan, Kabupaten Parigi Moutong.
Kegiatan ini menjadi salah satu langkah strategis untuk mendorong kemandirian pakan ternak berbasis sumber daya lokal sekaligus meningkatkan produktivitas dan populasi sapi potong di Sulawesi Tengah. Penerapan GFC diharapkan dapat membantu peternak mengatasi tantangan ketersediaan hijauan pakan, khususnya dalam menghadapi perubahan musim, sehingga usaha peternakan dapat dikelola secara lebih efektif, produktif, dan berkelanjutan.
Pelatihan dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Sulawesi Tengah, Ir. Muhammad Neng, S.T., M.M., IPU. Kegiatan tersebut dihadiri oleh kelompok tani ternak dan pelaku usaha peternakan, Camat Parigi Selatan, anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, akademisi, penyuluh pertanian, serta jajaran Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Parigi Moutong.
Pelaksanaan kegiatan ini merupakan bagian dari Aksi Perubahan Kinerja Organisasi (APKO) yang digagas oleh Ir. Salman Ruslan, S.T., M.T., selaku Kepala Bidang Peternakan dan Penyuluhan pada Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Sulawesi Tengah. Aksi perubahan tersebut mengusung tema “Penerapan Metode Green Feed Center untuk Peningkatan Produktivitas dan Populasi Ternak Sapi Menuju Sulteng Nambaso”, dengan menitikberatkan pada penguatan sistem penyediaan pakan yang terencana, terintegrasi, dan berkelanjutan.
Dalam pelatihan tersebut, BRMP Sulawesi Tengah menghadirkan Moh. Takdir, S.Pt., M.Sc., selaku Analis Standardisasi bidang Peternakan, sebagai narasumber. Ia menyampaikan materi bertajuk “Strategi Peningkatan Produktivitas Sapi Potong melalui Manajemen Perkandangan Modern dan Manajemen Nutrisi Seimbang”.
Materi yang disampaikan menekankan pentingnya keterpaduan antara manajemen perkandangan, pemenuhan kebutuhan nutrisi, dan pengelolaan pakan dalam mendukung performa ternak. Produktivitas sapi potong tidak hanya ditentukan oleh kualitas bibit, tetapi juga oleh kondisi lingkungan pemeliharaan, kecukupan nutrisi, serta ketepatan pengelolaan ternak. Oleh karena itu, penerapan manajemen yang baik menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan efisiensi usaha dan hasil produksi peternakan.
Selain BRMP Sulawesi Tengah, kegiatan ini juga menghadirkan dosen Fakultas Peternakan dan Perikanan Universitas Tadulako serta Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Parigi Moutong. Kehadiran para narasumber dari unsur pemerintah, perguruan tinggi, dan lembaga teknis diharapkan memperkuat transfer pengetahuan sekaligus mendorong penerapan praktik peternakan yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi peternak di lapangan.
Tidak hanya berfokus pada penyampaian teori, pelatihan dilanjutkan dengan demonstrasi dan praktik langsung pengolahan hijauan pakan ternak, pengenalan jenis hijauan unggul, serta teknik penanamannya. Pendekatan praktik ini memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengenal tahapan pengelolaan hijauan pakan secara langsung, mulai dari pemilihan tanaman hingga pengolahan dan pemanfaatannya sebagai sumber pakan ternak.
Untuk diketahui, metode GFC merupakan metode pengelolaan hijauan pakan ternak secara terintegrasi, mulai dari budidaya, pemanenan, pengolahan, pengawetan hingga pemanfaatannya untuk memenuhi kebutuhan pakan sepanjang tahun. Melalui pengelolaan tersebut, sumber daya lokal dapat dimanfaatkan secara lebih optimal untuk mendukung ketersediaan pakan yang berkualitas, baik dari segi kuantitas maupun kontinuitas pasokan.
Melalui inovasi GFC diharapkan mampu mendorong pemanfaatan sumber daya lokal untuk mewujudkan kemandirian pakan yang berkualitas dan berkelanjutan, menjadi model percontohan yang dapat dikembangkan di kabupaten/kota lainnya di Sulawesi Tengah. Upaya ini sekaligus mendukung terwujudnya sistem peternakan yang lebih tangguh, produktif, dan berkelanjutan dalam mendorong peningkatan populasi sapi serta mewujudkan visi Sulteng Nambaso.
Penulis: Moh. Takdir
Editor: Hamka Biolan