BRMP Sulawesi Tengah Tinjau Pengembangan Budidaya Maggot BSF di Kabupaten Poso
Poso, 1 Agustus 2026 – Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Tengah Dr. Ruslan Boy, SP., M.Si., bersama Tim melakukan kunjungan ke Sekretariat Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dan Petani Milenial "Legowo" di Desa Kamba dan Desa Olumokunde, Kabupaten Poso, untuk meninjau secara langsung pengembangan budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF). Peninjauan ini mencakup seluruh tahapan budidaya, mulai dari pengembangbiakan indukan, pemeliharaan larva, hingga pemanfaatan maggot sebagai pakan alternatif bagi berbagai jenis ikan dan unggas.
Kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan BRMP Sulawesi Tengah terhadap inovasi yang dikembangkan oleh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), Daryatmo Tondowala, S.P., bersama Petani Milenial "Legowo". Inovasi ini dinilai memiliki potensi besar dalam mendukung penyediaan pakan alternatif yang lebih ekonomis, berkualitas, dan ramah lingkungan, sekaligus mendorong pengelolaan limbah organik secara berkelanjutan.
Budidaya maggot BSF memanfaatkan larva lalat Black Soldier Fly (Hermetia illucens) yang dikenal memiliki kandungan protein tinggi sehingga sangat potensial sebagai bahan pakan alternatif untuk sektor perikanan dan peternakan. Selain menghasilkan sumber pakan bernilai gizi tinggi, larva BSF juga berfungsi mengurai limbah organik menjadi bahan yang lebih ramah lingkungan. Dengan demikian, budidaya ini tidak hanya meningkatkan efisiensi usaha, tetapi juga memberikan manfaat ekologis yang mendukung pertanian berkelanjutan.
Pengembangan budidaya maggot BSF di Sekretariat PPL dan Petani Milenial "Legowo" menjadi salah satu contoh inovasi pertanian yang mulai berkembang di Sulawesi Tengah. Maggot yang dihasilkan dimanfaatkan sebagai pakan alternatif untuk berbagai jenis ikan dan unggas, sedangkan sisa media budidaya atau kasgot dimanfaatkan sebagai pupuk organik yang mampu meningkatkan kesuburan tanah. Pemanfaatan hasil samping tersebut memberikan nilai tambah sekaligus mendukung penerapan sistem pertanian terpadu.
Inovasi ini menunjukkan bahwa teknologi sederhana dapat memberikan dampak yang luas bagi sektor pertanian, peternakan, dan perikanan. Selain menekan biaya penyediaan pakan, budidaya maggot BSF juga membuka peluang usaha baru berbasis ekonomi sirkular dengan memanfaatkan limbah organik menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi.
BRMP Sulawesi Tengah mengapresiasi dedikasi Daryatmo Tondowala, S.P., bersama Petani Milenial "Legowo" dalam mengembangkan budidaya maggot BSF di Kabupaten Poso. Inovasi tersebut diharapkan dapat menjadi contoh bagi kelompok tani, pembudidaya ikan, dan peternak di berbagai wilayah Sulawesi Tengah untuk mengembangkan usaha serupa. Pengembangan budidaya maggot BSF diyakini mampu meningkatkan efisiensi usaha, memperkuat ketahanan pangan, mendukung pertanian yang berkelanjutan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Penulis : Dwiky Raditya La’lang
Editor : Risna