BRMP Sulteng Dampingi Petani Desa Maranata Susun Strategi Tanam dan Antisipasi Krisis Air
Sigi,12 Mei 2026. Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Tengah terus memperkuat pendampingan kepada petani dalam menghadapi musim tanam. Melalui Ketua Kelompok Substansi (Kapoksi) Program dan Pengujian, Andi Dalapti, S.TP., M.P., bersama tim, BRMP Sulawesi Tengah melaksanakan pertemuan dan pendampingan teknis dengan kelompok tani di Desa Maranata, Kecamatan Sigi Kota, Kabupaten Sigi, Senin (12/5).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh penyuluh pertanian, kelompok tani, serta tim teknis BRMP Sulawesi Tengah dalam rangka menyusun strategi tanam yang disesuaikan dengan kondisi ketersediaan air di lapangan.
Pertemuan difokuskan pada penyusunan jadwal tanam sebagai bentuk mitigasi terhadap rencana penutupan irigasi Gumbasa pada Agustus 2026. Penyesuaian pola tanam berbasis sistem buka-tutup air irigasi dilakukan untuk menjaga ketersediaan air bagi pertanaman sehingga proses budidaya tetap berjalan optimal dan berkelanjutan.
Penyesuaian jadwal tanam dinilai penting untuk meningkatkan efisiensi penggunaan air sekaligus mengantisipasi dampak perubahan cuaca yang tidak menentu terhadap keberhasilan pertanaman.
Selain penyusunan jadwal tanam, tim BRMP Sulawesi Tengah bersama kelompok tani juga melakukan pengecekan kondisi saluran irigasi dan kesiapan pompanisasi sebagai langkah antisipasi terhadap potensi keterbatasan air di lahan pertanian.
Pengecekan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh sarana pendukung pengairan dapat berfungsi dengan baik guna mendukung percepatan tanam dan menjaga keberlanjutan produksi pertanian di wilayah tersebut.
Dalam kesempatan itu, turut dibahas langkah-langkah pengendalian hama dan penyakit tanaman sebagai bagian dari upaya menjaga produktivitas pertanian. Tim BRMP Sulawesi Tengah memberikan masukan teknis terkait pencegahan dan penanganan dini terhadap potensi serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) yang dapat mempengaruhi hasil produksi petani.
Kapoksi Program dan Pengujian BRMP Sulawesi Tengah menyampaikan bahwa koordinasi antara petani, penyuluh, dan instansi pendamping menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan musim tanam.
“Melalui pendampingan seperti ini, diharapkan petani dapat lebih siap menghadapi berbagai tantangan di lapangan, baik terkait ketersediaan air maupun pengendalian hama dan penyakit tanaman,” ujarnya.
Penulis : Ma'atus Sholihatul Amanah
Editor : Hamka Biolan