BRMP Sulteng dan Pusdiktan Perkuat Pengawalan Cetak Sawah Rakyat di Sigi
Sigi, 27 Februari 2026 – Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Sulawesi Tengah (BRMP Sulteng) bersama Pusat Pendidikan Pertanian (Pusdiktan) turun langsung ke lapangan untuk mengawal pelaksanaan Program Cetak Sawah Rakyat (CSR) di Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah. Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen Kementerian Pertanian dalam memastikan program strategis nasional berjalan tepat sasaran, tepat waktu, dan sesuai target yang telah ditetapkan.
Program Cetak Sawah Rakyat merupakan langkah strategis pemerintah dalam memperluas areal tanam baru guna mendongkrak produksi beras nasional. Upaya ini sejalan dengan agenda prioritas Prabowo Subianto untuk mewujudkan swasembada pangan sebagai bagian dari visi besar pembangunan nasional.
Pengawalan lapangan dilakukan di tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Sigi Kota, Kecamatan Dolo Selatan, dan Kecamatan Marawola. Di wilayah tersebut, program CSR melibatkan tujuh kelompok tani yang nantinya akan dikelola oleh Brigade Pangan sebagai pelaksana teknis di lapangan.
Pendampingan yang dilakukan tidak hanya menitikberatkan pada progres fisik pembukaan lahan, tetapi juga mencakup perencanaan teknis, kesiapan sumber daya manusia, ketersediaan sarana dan prasarana, hingga penguatan sinergi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait. Pendekatan menyeluruh ini penting karena pelaksanaan CSR melibatkan kolaborasi lintas sektor.
Secara keseluruhan, target Cetak Sawah Rakyat di Provinsi Sulawesi Tengah mencapai 10.180 hektare yang tersebar di sembilan kabupaten. Dari total tersebut, Kabupaten Sigi mendapatkan alokasi seluas 288,4 hektare yang telah berkontrak konstruksi. Alokasi ini dinilai strategis mengingat potensi lahan serta dukungan petani di wilayah tersebut sangat prospektif untuk dikembangkan menjadi sentra produksi pangan baru.
Dalam kunjungan tersebut, tim BRMP Sulteng dan Pusdiktan juga mengidentifikasi berbagai tantangan di lapangan, mulai dari aspek teknis pembukaan lahan, sistem pengairan, hingga penguatan kelembagaan Brigade Pangan. Identifikasi ini menjadi dasar dalam merumuskan solusi yang tepat dan terukur agar pelaksanaan program berjalan lancar tanpa hambatan berarti.
Tak kalah penting, penguatan kapasitas petani menjadi fokus utama dalam pengawalan ini. Melalui pendampingan dan pelatihan berkelanjutan, diharapkan para petani mampu mengelola lahan sawah baru secara optimal sehingga produktivitas meningkat secara signifikan.
Dengan pengawalan intensif dan sinergi antarlembaga yang solid, pemerintah optimistis Program Cetak Sawah Rakyat di Sulawesi Tengah dapat terealisasi sesuai target. Keberhasilan program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan produksi beras daerah, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan nasional serta mendorong kesejahteraan petani.
Komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan menjadikan Cetak Sawah Rakyat di Kabupaten Sigi berpeluang besar menjadi model pengembangan lahan pertanian baru di kawasan timur Indonesia, sekaligus mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional.
Penulis : Nur Azizah Sakinah
Editor : Irwan Suluk Padang