BRMP Sulteng Koordinasikan Percepatan Usulan CPCL ABT 2026 untuk Antisipasi Dampak El Nino
PALU – Guna mengantisipasi dampak fenomena iklim ekstrem El Nino terhadap sektor pertanian, pemerintah pusat melalui Direktorat Konservasi dan Pengembangan Sumber Air Pertanian mengalokasikan Anggaran Belanja Tambahan (ABT) Tahun 2026. Menindaklanjuti kebijakan strategis tersebut, Tim Pendampingan Modernisasi Pertanian BRMP Sulawesi Tengah bergerak cepat berkoordinasi dengan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Provinsi Sulawesi Tengah guna mendorong percepatan pengusulan Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL).
Kegiatan koordinasi ini turut dihadiri oleh Tim Direktorat Irigasi Pertanian yang sekaligus memonitoring kegiatan pemeliharaan jaringan irigasi tersier di daerah. Pertemuan ini difokuskan pada penguatan sinergi lintas lembaga demi memastikan program bantuan pemerintah terlaksana secara tepat waktu, transparan, dan berdampak langsung pada kesejahteraan petani—khususnya di sentra pengembangan padi.
Berdasarkan kesepakatan bersama, kedua instansi sepakat membentuk Posko Percepatan CPCL di Dinas TPH Provinsi Sulawesi Tengah. Pelaksanaan antisipasi El Nino 2026 melalui Dana Tambahan pada satuan kerja Tugas Pembantuan (TP) Provinsi ini mencakup tiga proyek utama: pembangunan 120 unit bangunan konservasi, 12 unit irigasi perpompaan, dan 81 unit irigasi perpipaan.
Hingga 30 Oktober 2026, tercatat tiga kabupaten telah merampungkan usulan CPCL dan proses verifikasi. Ketiganya meliputi Kabupaten Banggai Kepulauan (3 unit irigasi perpipaan), Kabupaten Morowali (6 unit irigasi perpompaan), serta Kabupaten Sigi (2 unit irigasi perpipaan). Di samping itu, telah dipetakan pula rencana alokasi ABT untuk pemeliharaan jaringan irigasi tersier di Kabupaten Buol (8 unit), Parigi Moutong (12 unit), Banggai (9 unit), dan Sigi (7 unit). Capaian usulan ini ditargetkan terus bertambah seiring penyelesaian verifikasi di kabupaten lain.
Sinergi antara Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian, BRMP Sulawesi Tengah, serta dinas terkait menjadi krusial dalam mempercepat realisasi kesiapan infrastruktur sumber daya air. Intervensi perbaikan jaringan irigasi ini diyakini mampu menjamin stabilitas ketersediaan air bagi lahan pertanian, mempertahankan produktivitas, serta menopang cita-cita swasembada pangan nasional di tengah ancaman kekeringan.
Penulis: Risna
Editor: Naufal M Rameda