BRMP Sulteng Sosialisasikan PM-AAS Kepada Penyuluh Pertanian Kota Palu
Palu, 7 Juli 2026 – Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Tengah berperan sebagai narasumber dalam kegiatan sosialisasi Pertanian Modern Advanced Agricultural System (PM-AAS) yang diselenggarakan di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Layana Indah, Kota Palu. Kegiatan yang diinisiasi oleh penyuluh CWS Kota Palu ini bertujuan meningkatkan kapasitas dan pemahaman penyuluh pertanian mengenai konsep, teknologi, serta strategi penerapan sistem pertanian modern sebagai bagian dari upaya percepatan modernisasi sektor pertanian di Sulawesi Tengah.
Sosialisasi dihadiri oleh pejabat fungsional BRMP Sulawesi Tengah, Ketua Tim Kerja Kota Palu, penyuluh pertanian Kota Palu, serta penyuluh CWS Provinsi Sulawesi Tengah. Materi disampaikan oleh Muchtar, S.P., M.P., selaku penanggung jawab kegiatan PM-AAS di BRMP Sulawesi Tengah, yang memaparkan berbagai aspek penerapan sistem budidaya padi modern berbasis teknologi.
Dalam pemaparannya dijelaskan bahwa PM-AAS merupakan pendekatan budidaya padi yang mengintegrasikan inovasi teknologi, mekanisasi pertanian, dan pengelolaan usaha tani secara efektif dan efisien guna meningkatkan produktivitas serta keberlanjutan usaha pertanian. Penerapan teknologi dijelaskan secara menyeluruh mulai dari tahap persiapan lahan, penanaman, pengelolaan air, pemanfaatan informasi cuaca, hingga proses panen menggunakan alat dan mesin pertanian modern.
Selain menjelaskan konsep dasar PM-AAS, narasumber juga menyampaikan hasil pengkajian pola tanam yang telah dilaksanakan oleh BRMP Sulawesi Tengah. Berdasarkan hasil kajian tersebut, pola tanam 4:1 dan 6:1 direkomendasikan sebagai pola yang mampu memberikan hasil produksi lebih optimal sekaligus meningkatkan efisiensi dalam pengelolaan usaha tani. Hasil ini diharapkan menjadi salah satu referensi bagi penyuluh dalam mendampingi petani menerapkan teknologi budidaya modern di lapangan.
Antusiasme peserta terlihat selama sesi diskusi yang berlangsung secara aktif dan interaktif. Berbagai pertanyaan disampaikan oleh para penyuluh, terutama terkait kesiapan sarana dan prasarana pendukung, mekanisme implementasi teknologi PM-AAS di tingkat petani, serta strategi percepatan pelaksanaan program di wilayah Kota Palu. Diskusi tersebut menjadi wadah berbagi pengalaman sekaligus memperkuat pemahaman teknis mengenai implementasi pertanian modern.
Sebagai tindak lanjut kegiatan, para penyuluh diharapkan segera melakukan identifikasi petani yang berpotensi menjadi kooperator dalam pelaksanaan PM-AAS di Kota Palu. Penyuluh juga didorong untuk melakukan kunjungan lapangan ke lokasi implementasi PM-AAS BRMP Sulawesi Tengah guna mengamati secara langsung setiap tahapan penerapan teknologi. Melalui pengalaman tersebut, penyuluh diharapkan memperoleh pemahaman teknis yang lebih komprehensif sehingga mampu memberikan pendampingan dan edukasi kepada petani secara optimal serta mendorong semakin luasnya adopsi sistem Pertanian Modern Advanced Agricultural System (PM-AAS) sebagai bagian dari transformasi menuju pertanian yang maju, modern, dan berdaya saing.
Penulis: Andi Dalapati
Editor: Irwan Suluk Padang