Cegah Serangan OPT Pada Demplot PM-AAS, Penyuluh Kabupaten Buol Dampingi Gerakan Pengendalian
Buol, 2 September 2026 — Upaya menjaga produktivitas tanaman padi melalui penerapan budidaya Pertanian Modern Advanced Agriculture System (PM-AAS) terus diperkuat di Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah. Salah satunya melalui Gerakan Pengendalian (Gerdal) Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) pada demplot PM-AAS yang dikelola Penyuluh Pertanian Kecamatan Bokat dan Kecamatan Bukal di Desa Modo Kecamatan Bukal.
Kegiatan Gerdal ini dilaksanakan pada hari Kamis, 27 Agustus 2026 lalu. Kegiatan dilakukan secara kolaboratif, bersama tim Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Provinsi Sulawesi Tengah wilayah Kabupaten Buol, Penyuluh Pertanian Kecamatan Bokat dan Bukal, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Buol, serta Poktan Tani Mandiri, merupakan tindak lanjut dari laporan pengamatan keliling yang dilakukan oleh POPT Provinsi Sulawesi Tengah wilayah Kabupaten Buol pada tanggal 2 Agustus 2026 lalu.
Hasil dari pengamatan tersebut ditemukan adanya serangan hama Penggerek Batang Padi Putih (PBP) Scirphopaga innotata dengan intensitas serangan 2%, sehingga perlu dilakukan pengendalian secara mekanis dengan mengumpulkan kelompok telur dan secara kimiawi menggunakan insektisida berbahan aktif Dimehipo, Fipronil, dan Imidakloprid.
Gerakan pengendalian ini menjadi bagian penting dalam pengawalan pertanaman padi pada Demplot PM-AAS bertujuan untuk mengamankan produktivitas dari potensi lonjakan hama akibat teknik tanam yang lebih padat. Aksi cepat penerapan pengendalian berfokus pada titik-titik serangan awal agar populasi hama tidak menyebar luas ke area pertanaman lainnya (Stop-Spot). Selain itu, Gerdal ini juga menjadi momentum penguatan kapasitas petani dalam mengenali OPT sejak dini. Petani didorong untuk melakukan pengamatan pertanaman secara berkala sehingga potensi serangan dapat diketahui lebih awal dan ditangani sebelum berkembang menjadi lebih luas.
Koordinasi lintas institusi dalam kegiatan ini menunjukkan pentingnya sinergi antara pemerintah, tenaga teknis perlindungan tanaman, penyuluh, dan kelompok tani dalam mendukung keberhasilan penerapan pertanian modern. Pendampingan secara berkelanjutan diharapkan mampu menjaga kesehatan pertanaman sekaligus upaya peningkatan produktivitas usaha tani padi dan kesejahteraan petani khususnya di Kabupaten Buol.
Penulis : Hafyaningsih, SP (Penyuluh Kabupaten Buol)
Editor: Masyitah Muharni