Cetak Sawah Tak Sekadar Buka Lahan, Sulteng Siapkan Strategi Berkelanjutan
Sigi, 27 April 2026. Upaya percepatan program cetak sawah rakyat (CSR) di Sulawesi Tengah terus diperkuat melalui sinergi lintas lembaga. Bertempat diruang kerja Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Tengah, Dr. Ruslan Boy, SP., M.Si., menerima kunjungan tim Direktorat Penyediaan Lahan.
Pertemuan ini menjadi forum strategis untuk menyelaraskan langkah dalam pelaksanaan program cetak sawah, sekaligus memastikan pengelolaan lahan pasca cetak dapat berjalan optimal. Diskusi berlangsung terbuka dan konstruktif, dengan penekanan pada solusi teknis dan kesiapan implementasi di lapangan.
Sejumlah isu kunci mengemuka dalam pertemuan tersebut, mulai dari evaluasi progres cetak sawah, strategi penanganan lahan pasca cetak, hingga pembahasan Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL) sebagai dasar penyaluran bantuan pemerintah. Dari hasil pembahasan terungkap bahwa tujuh kabupaten di Sulawesi Tengah telah mengusulkan CPCL, yang menjadi indikasi kuat adanya respons positif daerah terhadap program ini.
Namun demikian, validitas data menjadi perhatian utama. Oleh karena itu, sebagai langkah lanjutan, akan dilaksanakan pertemuan bersama Dinas Pertanian Provinsi Sulawesi Tengah dengan melibatkan seluruh kabupaten pengusul. Agenda utama pertemuan tersebut adalah melakukan verifikasi administrasi terhadap data CPCL sebelum dilanjutkan ke tahap verifikasi lapangan, guna memastikan kesesuaian antara usulan dan kondisi riil di lokasi.
Tim Direktorat Penyediaan Lahan menegaskan bahwa koordinasi dengan BRMP Sulawesi Tengah akan terus diperkuat. Hal ini tidak terlepas dari posisi strategis BRMP sebagai simpul implementasi program di daerah, terutama dalam menjembatani kebijakan pusat dengan kebutuhan spesifik wilayah.
Menanggapi hal tersebut, Kepala BRMP Sulawesi Tengah menyatakan komitmen penuh untuk mendukung seluruh rangkaian kegiatan. Ia menegaskan kesiapan institusinya dalam menyiapkan tim yang solid dan responsif, guna memastikan setiap tahapan program berjalan sesuai target, baik dari sisi kecepatan maupun kualitas.
“Kunci keberhasilan program ini ada pada ketepatan data dan kekuatan koordinasi. Jika keduanya terjaga, maka output program akan lebih terukur dan berdampak nyata,” ujarnya.
Lebih jauh, program cetak sawah tidak hanya berhenti pada pembukaan lahan baru, tetapi juga menuntut pengelolaan berkelanjutan agar lahan tersebut produktif. Tanpa penanganan pasca cetak yang baik, potensi lahan tidak akan termanfaatkan secara optimal.
Penulis : Muh Fajrin Utina
Editor : Hamka Biolan