Dukung Swasembada Bawang Putih Nasional, BRMP Sulteng Hadiri Penanaman Serentak di 17 Provinsi
Sigi, 19 Agustus 2026 — Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Tengah turut hadir dalam kegiatan penanaman bawang putih yang dilaksanakan secara serentak di 17 provinsi di Indonesia. Di Sulawesi Tengah, kegiatan dipusatkan di Desa Oloboju, Kecamatan Sigi Kota, Kabupaten Sigi, sebagai bagian dari upaya percepatan pencapaian target swasembada bawang putih nasional.
Kegiatan penanaman dilaksanakan secara terpusat di Kecamatan Sembalun, Provinsi Nusa Tenggara Barat, dan diikuti oleh berbagai daerah sentra pengembangan bawang putih secara daring melalui Zoom Meeting. Di Sulawesi Tengah, penanaman dilaksanakan pada lahan milik Pemerintah Daerah yang dikelola oleh Kelompok Tani Sumber Urip dengan Ketua Kelompok Muhammad.
Penanaman perdana di Sulawesi Tengah berlangsung bersama Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah. Kepala BRMP Sulawesi Tengah, Dr. Ruslan Boy, S.P., M.Si., hadir langsung memimpin rombongan Tim BRMP Sulawesi Tengah. Turut hadir Ketua Komisi I DPRD Sulawesi Tengah, Aster Kasdam XXIII/PW, Koordinator Intel, Bupati Sigi beserta Forkopimda Kabupaten Sigi, Penanggung Jawab Program Swasembada Pangan Kabupaten Sigi, tim teknis hortikultura BRMP Sulawesi Tengah, Penyuluh Pertanian CWS BRMP Sulawesi Tengah, serta para penyuluh pertanian Kabupaten Sigi.
Pada kegiatan tersebut ditanam varietas bawang putih Lumbu Kuning dengan jarak tanam 10 x 15 cm. Budidaya didukung sistem irigasi pipanisasi sprinkler untuk menjaga ketersediaan air dan mendukung pertumbuhan tanaman secara optimal. Kegiatan penanaman serentak ini menjadi langkah strategis dalam memperluas areal tanam bawang putih di berbagai daerah sekaligus mendorong peningkatan produksi untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri dan mengurangi ketergantungan terhadap impor. Di Sulawesi Tengah, kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat pengembangan bawang putih melalui kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat keamanan, penyuluh, dan petani.
Penulis: Nur Azizah Sakinah
Editor: Irwan Suluk Padang