Dukung Swasembada Pangan, BRMP Sulawesi Tengah Panen Benih Padi Unggul di Kabupaten Sigi
Sigi, 1 September 2026. Upaya memperkuat ketersediaan benih berkualitas sekaligus mendukung swasembada pangan nasional berkelanjutan terus dilakukan Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Tengah. Bersama Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Sigi Kota, BRMP Sulawesi Tengah melaksanakan panen benih padi unggul varietas Cakrabuana kelas SS di Desa Maranatha, Kecamatan Sigi Kota, Kabupaten Sigi.
Kegiatan panen dihadiri langsung oleh Kepala BRMP Sulawesi Tengah, Dr. Ruslan Boy, S.P., M.Si., didampingi Kepala Bagian Tata Usaha, Ketua Kelompok Substansi Program dan Pengujian, Ketua Kelompok Substansi Pendampingan, serta Ketua Kelompok Substansi Penyuluhan Provinsi Sulawesi Tengah. Turut hadir Ketua Tim Kerja Penyuluhan, Koordinator Penyuluh, jajaran UPT Proteksi TPH, Kepala UPT BPMSB, Kepala Dinas TPH Perkebunan, Camat Sigi Kota, Unsur TNI, Kepala Pengairan Irigasi Gumbasa, Kepala Desa Maranatha, serta perwakilan kelompok tani dan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Kabupaten Sigi. Produksi benih pada kegiatan tersebut ditargetkan mencapai 5 ton benih padi varietas Cakrabuana kelas SS. Setelah dipanen, benih akan menjalani tahapan penanganan pascapanen dan proses sertifikasi sesuai ketentuan perbenihan sebelum nantinya dapat didistribusikan dan dimanfaatkan oleh petani.
Kepala BRMP Sulawesi Tengah menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan produksi hingga panen benih padi tersebut. Menurutnya, keberhasilan produksi benih tidak hanya ditentukan oleh kegiatan budidaya, tetapi juga membutuhkan koordinasi yang baik antara petani, penyuluh, pengawas benih, serta berbagai instansi terkait.
“Keberhasilan kegiatan produksi benih tidak lepas dari koordinasi dan komunikasi yang baik antara petani, penyuluh, hingga lintas instansi. Semoga benih yang kita panen hari ini memenuhi standar kualitas dan dapat menjadi benih unggul yang bermanfaat bagi peningkatan produktivitas pertanian di Sulawesi Tengah,” ujar Dr. Ruslan Boy, SP., M.Si.
Ia juga berharap seluruh hasil panen dapat memenuhi persyaratan mutu pada tahapan pascapanen dan sertifikasi sehingga dapat ditetapkan sebagai benih bersertifikat. Ketersediaan benih bermutu menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung peningkatan produktivitas sekaligus memastikan petani memperoleh sumber benih yang berkualitas untuk pertanaman berikutnya.
Yang menarik, proses panen kali ini memanfaatkan combine harvester sebagai bagian dari penerapan modernisasi pertanian. Penggunaan alat mesin pertanian tersebut memungkinkan proses panen dilakukan secara lebih cepat dan efisien, sekaligus membantu mengurangi kehilangan hasil serta mendukung penanganan gabah secara lebih baik.
Penerapan mekanisasi pada kegiatan produksi benih juga menunjukkan bahwa modernisasi pertanian tidak hanya berorientasi pada peningkatan produktivitas di tingkat budidaya, tetapi mencakup seluruh rangkaian proses produksi hingga panen. Dengan pemanfaatan teknologi yang tepat, efisiensi tenaga dan waktu dapat ditingkatkan tanpa mengabaikan aspek mutu hasil yang menjadi persyaratan penting dalam produksi benih.
Selain panen benih padi, kegiatan juga dirangkaikan dengan penyerahan secara simbolis bantuan benih jagung dari Kementerian Pertanian kepada kelompok tani. Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung pengembangan komoditas jagung sekaligus mendorong diversifikasi usaha tani dan meningkatkan peluang pendapatan petani.
Penulis: Nur Azizah Sakinah
Editor: Hamka Biolan