Panen Perdana Tanam Serempak, BRMP Sulawesi Tengah Dorong Produktivitas Padi melalui PM-AAS
Sigi, 20 Juli 2026. Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Tengah mendukung pelaksanaan Panen Perdana Tanam Serempak seluas 816 hektar di Desa Pakuli, Kecamatan Gumbasa, Kabupaten Sigi. Kegiatan ini menjadi momentum untuk mengevaluasi keberhasilan budidaya padi sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah, lembaga penelitian, penyuluh, dan petani dalam meningkatkan produktivitas padi guna mendukung swasembada pangan berkelanjutan.
Panen perdana tersebut dihadiri oleh Camat Gumbasa yang mewakili Bupati Sigi, Anggota DPRD Kabupaten Sigi, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Sigi, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Sigi, Kepala Desa Pakuli, perwakilan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), penyuluh BPP Gumbasa, Bhabinkamtibmas, gabungan kelompok tani (Gapoktan), kelompok tani (Poktan), serta sekitar 90 peserta lainnya. BRMP Sulawesi Tengah diwakili oleh Kepala Bagian Tata Usaha, didampingi Ketua Kelompok Pendampingan Modernisasi Pertanian dan penyuluh CWS BRMP Sulawesi Tengah.
Dalam laporannya, Kepala BPP Gumbasa menyampaikan bahwa pelaksanaan tanam serempak menunjukkan hasil yang menggembirakan. Berdasarkan hasil ubinan, produktivitas padi mencapai 9,25 ton Gabah Kering Panen (GKP) per hektar, mencerminkan keberhasilan penerapan teknologi budidaya yang tepat serta pengelolaan usaha tani yang semakin baik.
Membuka kegiatan, Camat Gumbasa mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat kolaborasi dalam pembangunan sektor pertanian di Kecamatan Gumbasa. Menurutnya, peningkatan produksi pangan hanya dapat dicapai melalui sinergi yang solid antara pemerintah daerah, penyuluh pertanian, lembaga pendamping, dunia riset, dan petani sebagai pelaku utama pembangunan pertanian.
Mewakili Kepala BRMP Sulawesi Tengah, Kepala Bagian Tata Usaha BRMP Sulawesi Tengah memperkenalkan Model Pertanian Modern–Advanced Agriculture System (PM-AAS) sebagai salah satu inovasi unggulan Kementerian Pertanian. PM-AAS mengintegrasikan penerapan teknologi budidaya modern, mekanisasi pertanian, serta manajemen usaha tani yang efisien untuk meningkatkan produktivitas sekaligus menekan biaya produksi.
Sementara itu, Kepala Dinas TPHP Kabupaten Sigi mengungkapkan bahwa produksi padi Kabupaten Sigi pada tahun 2025 mencapai sekitar 124 ribu ton. Hingga Juni 2026, produksi telah mencapai sekitar 66 ribu ton, sehingga dengan dukungan program pemerintah dan pendampingan yang berkelanjutan, capaian produksi tahun ini diproyeksikan minimal dapat menyamai bahkan melampaui produksi tahun sebelumnya.
Ia menegaskan bahwa peningkatan produksi tidak hanya bergantung pada luas tanam, tetapi juga pada keberhasilan penerapan inovasi teknologi, penguatan kelembagaan petani, serta sinergi seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung pembangunan pertanian yang berkelanjutan.
Senada dengan hal tersebut, Anggota DPRD Kabupaten Sigi menyampaikan harapannya agar kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Sigi, BRMP Sulawesi Tengah, dan BRIN terus diperkuat. Menurutnya, sinergi tersebut diharapkan mampu mendorong peningkatan Indeks Pertanaman (IP) dari 2,5 menjadi 3, sehingga produksi padi meningkat, pendapatan petani bertambah, dan ketahanan pangan daerah semakin kokoh.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan panen perdana secara simbolis sebagai penanda keberhasilan pelaksanaan tanam serempak di Kecamatan Gumbasa. Melalui kegiatan ini, BRMP Sulawesi Tengah kembali menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi petani dalam penerapan inovasi pertanian modern, memperkuat kolaborasi lintas sektor, serta mengakselerasi peningkatan produktivitas padi sebagai bagian dari upaya mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan di Sulawesi Tengah.
Penulis: Mar’atus S.A
Editor : Hamka Biolan