Puncak Kegiatan PENAS XVII di Gorontalo Perkuat Sinergi dan Inovasi Pertanian Nasional
Gorontalo, 24 Juni 2026. Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Tengah turut ambil bagian dalam rangkaian kegiatan Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026 yang berlangsung di Gorontalo pada 20–25 Juni 2026. Kepala BRMP Sulawesi Tengah, Dr. Ruslan Boy, S.P., M.Si., bersama jajaran mengikuti berbagai agenda strategis yang menjadi ajang terbesar bagi petani dan nelayan Indonesia dalam memperkuat kolaborasi serta mempercepat transformasi sektor pertanian dan perikanan nasional.
Mengusung semangat penguatan ketahanan pangan dan modernisasi pertanian, PENAS XVII diikuti oleh ribuan petani, nelayan, penyuluh pertanian, pelaku usaha, akademisi, serta pemangku kepentingan dari 38 provinsi di seluruh Indonesia. Kegiatan ini menjadi ruang bertemunya berbagai inovasi, pengalaman, dan gagasan untuk mendorong pembangunan pertanian yang lebih maju, mandiri, dan berkelanjutan.
Selama enam hari pelaksanaan, peserta mengikuti beragam kegiatan, mulai dari temu wicara, pameran pembangunan pertanian, gelar teknologi, demonstrasi inovasi, hingga forum berbagi pengalaman antar pelaku utama sektor pertanian dan perikanan. Berbagai teknologi modern diperkenalkan, seperti alat dan mesin pertanian terbaru, digitalisasi usaha tani, teknologi budidaya presisi, sistem pengelolaan pascapanen, serta inovasi lain yang mendukung peningkatan produktivitas dan efisiensi usaha tani.
Kegiatan ini juga mendapat perhatian besar dari pemerintah pusat dengan kehadiran sejumlah pejabat tinggi negara, di antaranya Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Panglima TNI, Kapolri, serta berbagai pimpinan lembaga dan kepala daerah dari seluruh Indonesia.
Dalam sambutannya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan komitmen pemerintah untuk terus memperkuat sektor pertanian nasional melalui berbagai kebijakan strategis. Langkah tersebut mencakup penyederhanaan mekanisme penyaluran pupuk bersubsidi agar lebih mudah diakses petani, peningkatan produktivitas lahan, penguatan hilirisasi pertanian, serta percepatan pemanfaatan teknologi modern dalam proses produksi.
Menurut Menteri Pertanian, berbagai kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya besar pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani Indonesia.
Bagi BRMP Sulawesi Tengah, keikutsertaan dalam PENAS XVII menjadi momentum penting untuk memperluas akses terhadap informasi, inovasi, dan teknologi pertanian terkini yang dapat diadopsi serta dikembangkan di wilayah Sulawesi Tengah. Selain itu, kegiatan ini juga membuka peluang memperkuat jejaring kerja sama dengan berbagai pihak guna mendukung pembangunan pertanian yang lebih adaptif dan berkelanjutan.
"PENAS bukan sekadar ajang pertemuan petani dan nelayan, tetapi juga ruang strategis untuk mempercepat transfer inovasi dan memperkuat kolaborasi antar pemangku kepentingan dalam menghadapi tantangan pembangunan pertanian ke depan," ujar Kepala BRMP Sulawesi Tengah, Dr. Ruslan Boy.
Puncak kegiatan PENAS XVII Tahun 2026 ditandai dengan penutupan resmi oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Dalam arahannya, Presiden menegaskan bahwa sektor pertanian dan perikanan memiliki peran sangat strategis dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Oleh karena itu, pemerintah akan terus memberikan dukungan kepada petani, nelayan, dan penyuluh sebagai garda terdepan pembangunan pangan Indonesia.
Presiden juga menyampaikan apresiasi kepada Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman beserta seluruh jajaran Kementerian Pertanian atas berbagai terobosan yang dinilai telah memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan produksi pangan nasional dan penguatan ketahanan pangan Indonesia.
Selain itu, Presiden menyampaikan penghargaan kepada seluruh petani, nelayan, penyuluh, pemerintah daerah, panitia penyelenggara, dan peserta dari 38 provinsi yang telah menyukseskan penyelenggaraan PENAS XVII di Gorontalo. Menurutnya, semangat gotong royong, inovasi, dan kolaborasi yang tercermin selama kegiatan merupakan modal penting dalam mewujudkan swasembada pangan nasional.
Berakhirnya PENAS XVII Tahun 2026 diharapkan menjadi titik penguatan komitmen seluruh pemangku kepentingan untuk terus mendorong transformasi sektor pertanian dan perikanan. Melalui pemanfaatan teknologi, inovasi, dan sinergi yang semakin kuat, Indonesia optimistis mampu mewujudkan sistem pangan yang tangguh, produktif, dan berdaulat demi kesejahteraan masyarakat dan kemajuan bangsa.
Penulis : Muh. Fajrin Utina
Editor : Hamka Biolan