Rakor Monitoring Progres Cetak Sawah: Perkuat Sinergi dan Percepat Realisasi di Sulawesi Tengah
Palu, 14 April 2026 – BRMP Sulawesi Tengah bersama seluruh Liaison Officer (LO) swasembada pangan menghadiri Rapat Koordinasi Monitoring Cetak Sawah Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sulawesi Tengah. Kegiatan ini menjadi forum konsolidasi untuk mengevaluasi progres serta memastikan percepatan pelaksanaan program cetak sawah di daerah.
Rapat menghadirkan Kepala Balai Pengelolaan Lahan dan Irigasi Pertanian (BPLIP) Kelas I Makassar, Dr. Rustan Massinai, S.T.P., M.Sc., yang memaparkan perkembangan capaian program cetak sawah di Sulawesi Tengah. Dalam pemaparan beliau, perlunya realisasi yang baik melalui percepatan kerja lapangan dan penguatan koordinasi lintas pihak. Selain itu, kehadiran BPLIP juga dimanfaatkan untuk memperkenalkan tugas dan fungsi kelembagaan dalam mendukung pengelolaan lahan dan irigasi pertanian secara berkelanjutan, dalam hal ini Kepala BPLIP menekankan pentingnya sinergi antara BPLIP, BRMP, serta dinas terkait dalam menjamin keberhasilan program cetak sawah di Sulawesi Tengah.
Ia juga menegaskan bahwa pengawalan dan pendampingan terhadap lokasi cetak sawah harus dilakukan secara serius dan terstruktur, guna memastikan kejelasan lokasi serta menghindari adanya lahan fiktif atau bermasalah. Hal ini menjadi krusial agar program tidak hanya tercapai secara administratif, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap peningkatan luas tanam dan produksi pertanian.
Dalam kegiatan ini juga dilakukan diskusi serta penyampaian kendala dan masalah dari masing-masing kabupaten serta program yang berkaitan dengan BPLIP Kelas I Makassar. Melalui rapat koordinasi ini, seluruh pihak berkomitmen untuk memperkuat kolaborasi, meningkatkan akurasi data, serta mempercepat pelaksanaan kegiatan di lapangan. BRMP Sulawesi Tengah bersama para LO swasembada pangan diharapkan terus berperan aktif dalam mengawal program, sehingga target cetak sawah dapat tercapai secara optimal dan berkontribusi pada penguatan ketahanan pangan daerah.