BRMP Sulawesi Tengah Ikuti Sosialisasi Kawasan Aneka Cabai TA 2026
Sigi, 6 Mei 2026. Upaya penguatan komoditas hortikultura strategis terus dilakukan melalui penataan program berbasis kawasan. Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Tengah turut ambil bagian dalam Sosialisasi Kawasan Aneka Cabai Tahun Anggaran 2026 yang diselenggarakan secara daring oleh Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian, Rabu (6/5).
Kegiatan ini diikuti oleh Liaison Officer (LO) bersama Tim Pendampingan Modernisasi Pertanian BRMP Sulawesi Tengah dari Agriculture Operation Room (AOR), sebagai bagian dari peran aktif dalam pengawalan program strategis di daerah.
Sosialisasi ini tidak hanya bersifat informatif, tetapi juga menjadi instrumen standarisasi pelaksanaan program di seluruh wilayah Indonesia. Fokus utama yang dibahas mencakup mekanisme pengusulan program, persyaratan administrasi, serta skema pendampingan teknis di lapangan.
Salah satu titik krusial yang ditekankan adalah proses usulan CPCL. Dalam praktiknya, akurasi data CPCL menjadi faktor determinan dalam memastikan bantuan pemerintah tepat sasaran. Oleh karena itu, mekanisme verifikasi berlapis menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari tata kelola program.
Selain itu, peserta juga mendapatkan penjelasan teknis terkait penggunaan aplikasi E-banper sebagai platform administrasi bantuan pemerintah. Digitalisasi ini dimaksudkan untuk meningkatkan transparansi, akuntabilitas, sekaligus efisiensi dalam pengelolaan program.
Dalam sesi diskusi mengemuka sejumlah tantangan implementasi di lapangan. Beberapa daerah menyoroti kendala pada proses input data, verifikasi CPCL, keterbatasan sarana pendukung, hingga dinamika percepatan penyaluran bantuan. Merespons hal tersebut, Direktorat Jenderal Hortikultura menegaskan pentingnya penguatan koordinasi antara dinas pertanian, penyuluh, dan BRMP. Sinkronisasi data dan konsistensi pelaksanaan menjadi prasyarat utama agar program dapat berjalan sesuai ketentuan sekaligus adaptif terhadap kondisi lapangan.
Melalui sosialisasi ini, diharapkan seluruh pemangku kepentingan memiliki pemahaman yang sama serta kesiapan yang lebih baik dalam menjalankan program Kawasan Aneka Cabai Tahun Anggaran 2026. Dengan demikian, intervensi pemerintah tidak hanya terserap secara administratif, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi peningkatan produksi dan kesejahteraan petani.
Penulis : Dwiky Raditya La'lang
Editor : Hamka Biolan