BRMP Sulawesi Tengah Menerima Kunjungan Tim Perbankan
Sigi, 1 Juli 2026 – Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Tengah, Dr. Ruslan Boy, S.P., M.Si., didampingi Kepala Bagian Tata Usaha Fujiati, S.E., M.M., menerima kunjungan tim perbankan di ruang kerja Kepala Balai. Pertemuan tersebut menjadi wadah diskusi untuk memperkuat sinergi dalam mendukung pembangunan sektor pertanian melalui kemudahan akses pembiayaan bagi petani.
Kunjungan tim perbankan ini bertujuan untuk membahas peluang kerja sama dalam penyaluran pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada petani. Program pembiayaan tersebut diharapkan mampu memberikan kemudahan bagi petani dalam memperoleh modal usaha, baik untuk pengadaan benih unggul, pupuk, pestisida, herbisida, alat dan mesin pertanian (alsintan), maupun kebutuhan sarana produksi lainnya.
Dalam diskusi tersebut, pihak perbankan memperoleh berbagai informasi mengenai karakteristik usaha tani di Sulawesi Tengah, mulai dari kebutuhan biaya produksi, produktivitas tanaman, pola tanam, potensi keuntungan petani, hingga kemampuan pengembalian pinjaman. Informasi tersebut menjadi dasar bagi perbankan dalam menyusun skema pembiayaan yang tepat, sehingga penyaluran kredit dapat berjalan secara aman, produktif, dan memberikan manfaat bagi petani.
Menanggapi hal tersebut, Dr. Ruslan Boy menjelaskan bahwa usaha tani padi di Sulawesi Tengah memiliki prospek yang sangat baik apabila dikelola dengan penerapan teknologi budidaya yang benar. Ia memaparkan gambaran kebutuhan modal usaha, biaya produksi, potensi hasil panen, hingga estimasi keuntungan yang dapat diperoleh petani dalam setiap musim tanam.
Menurutnya, keberhasilan usaha tani tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan modal, tetapi juga oleh penerapan teknologi budidaya yang tepat. Oleh karena itu, BRMP Sulawesi Tengah terus melakukan pendampingan kepada petani agar mampu menerapkan teknologi sesuai rekomendasi Kementerian Pertanian sehingga produktivitas meningkat dan usaha tani menjadi lebih menguntungkan.
"Kementerian Pertanian tidak hanya mendorong kemudahan akses permodalan, tetapi juga terus mendampingi petani dalam penerapan teknologi budidaya agar hasil panen meningkat dan pendapatan petani semakin baik. Dengan usaha tani yang produktif, petani memiliki kemampuan yang lebih baik untuk mengembangkan usahanya," ujar Dr. Ruslan Boy.
Ia juga menjelaskan bahwa Kementerian Pertanian terus memberikan berbagai bentuk dukungan kepada petani melalui program-program strategis. Bantuan yang disalurkan antara lain berupa benih unggul, pupuk, pestisida, herbisida, alat dan mesin pertanian (alsintan), serta pendampingan intensif oleh penyuluh dan petugas teknis di lapangan. Berbagai bantuan tersebut bertujuan menekan biaya produksi, mempercepat adopsi teknologi, serta meningkatkan hasil panen dan kesejahteraan petani.
Lebih lanjut, Dr. Ruslan Boy menyampaikan bahwa Kementerian Pertanian saat ini mengimplementasikan PM-AAS (Pertanian Modern – Advanced Agriculture System), yaitu sistem budidaya padi modern berbasis teknologi yang mengintegrasikan penggunaan benih unggul, mekanisasi pertanian, pemupukan berimbang, pengelolaan air, serta penerapan budidaya sesuai rekomendasi teknis. Program ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi usaha tani sekaligus mendorong peningkatan produktivitas padi hingga minimal 10 ton/hektare.
Melalui penerapan PM-AAS, petani tidak hanya memperoleh pendampingan teknologi, tetapi juga didorong untuk menerapkan budidaya yang lebih modern sehingga hasil produksi meningkat secara signifikan. Dengan produktivitas yang lebih tinggi, pendapatan petani pun diharapkan semakin meningkat.
Selain dukungan teknologi, pemerintah juga telah memberikan kepastian pasar melalui penyerapan gabah oleh Bulog sesuai kebijakan yang berlaku. Hal tersebut menjadi jaminan bagi petani bahwa hasil panennya memiliki pasar yang jelas. Dengan demikian, fokus petani saat ini adalah meningkatkan produktivitas agar memperoleh hasil panen yang optimal.
Dr. Ruslan Boy menambahkan bahwa apabila petani ingin mengembangkan usaha taninya dalam skala yang lebih luas, kebutuhan modal tentu akan meningkat. Dalam kondisi tersebut, keberadaan perbankan menjadi mitra strategis yang dapat menyediakan akses pembiayaan melalui KUR maupun skema kredit produktif lainnya.
"Dukungan pemerintah melalui bantuan sarana produksi sudah sangat besar. Namun ketika petani ingin memperluas areal tanam atau meningkatkan skala usahanya, tentu diperlukan tambahan modal. Di sinilah peran perbankan menjadi sangat penting. Dengan usaha tani yang layak dan didampingi oleh Kementerian Pertanian, kami optimistis petani mampu memanfaatkan pembiayaan secara produktif dan mengembalikannya sesuai ketentuan," jelasnya.
Sementara itu, tim perbankan menyampaikan apresiasi atas berbagai program yang telah dijalankan Kementerian Pertanian dalam meningkatkan produktivitas pertanian di Sulawesi Tengah. Kunjungan ini juga menjadi bagian dari upaya melihat potensi pengembangan komoditas unggulan, khususnya padi dan jagung, yang memiliki prospek besar untuk terus dikembangkan.
Melalui kolaborasi antara Kementerian Pertanian, BRMP Sulawesi Tengah, penyuluh pertanian, dan sektor perbankan, diharapkan petani semakin mudah memperoleh akses teknologi, sarana produksi, serta pembiayaan usaha. Sinergi tersebut diharapkan mampu mempercepat terwujudnya pertanian yang maju, modern, mandiri, dan berdaya saing, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani serta memperkuat ketahanan pangan nasional.
Penulis : Muh. Fajrin Utina
Editor : Irwan