BRMP Sulteng Hadiri Konsultasi Publik Perubahan Iklim, Dorong Pertanian Rendah Emisi
Palu, 6 April 2026 – Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Sulawesi Tengah menghadiri kegiatan konsultasi publik yang diselenggarakan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Sulawesi Tengah di Swiss-Belhotel Palu. Kegiatan ini diikuti oleh berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD), instansi vertikal, serta organisasi masyarakat sipil sebagai bagian dari penyusunan kebijakan daerah terkait perubahan iklim.
Dalam sambutannya, Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tengah (Dra. Novalina, MM.) menegaskan bahwa perubahan iklim merupakan isu strategis yang harus menjadi perhatian utama dalam pembangunan ke depan. Salah satu fokus utama adalah mitigasi emisi karbon yang berkontribusi terhadap gas rumah kaca (GRK). Penurunan emisi GRK disebut sebagai indikator kunci menuju pembangunan berkelanjutan yang mengarah pada ekonomi biru dan ekonomi hijau. Ia juga menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi langkah awal dalam menyusun peta jalan operasional penurunan emisi GRK di Sulawesi Tengah.
Selanjutnya, Kepala Bappeda Provinsi Sulawesi Tengah, Drs. Arfan, M.Si, memaparkan arah dan kebijakan perubahan iklim daerah yang menekankan integrasi lintas sektor menuju Sulawesi Tengah rendah karbon. Strategi yang diusung meliputi penguatan indeks hijau, akselerasi ekonomi biru, penurunan emisi GRK sektoral, peningkatan indeks kualitas lingkungan, serta kolaborasi multi-pihak pada sektor kehutanan, ESDM, perhubungan, cipta karya, kelautan, tanaman pangan, dan perkebunan. Selain itu, integrasi target SDGs dan pencapaian net zero emission juga menjadi bagian penting dalam kebijakan tersebut.
Pada sesi pemaparan teknis, Tim Konsultasi yang diwakili oleh Dr. Ir. Sudirman Dg Masiri, S.Hut., M.Si, menyampaikan dokumen rencana aksi daerah penurunan gas rumah kaca. Pada sektor pertanian, program aksi difokuskan pada penerapan budidaya padi rendah emisi, pengembangan pertanian organik dan regeneratif (tanaman pangan/hortikultura), optimalisasi limbah ternak menjadi pupuk organik dan pakan bernilai ekonomi, serta peningkatan efisiensi produksi ternak melalui perbaikan pakan dan manajemen.
Partisipasi BRMP Sulawesi Tengah dalam kegiatan ini, menunjukkan komitmennya dalam mendukung kebijakan pembangunan rendah karbon, khususnya melalui penerapan teknologi pertanian yang adaptif dan ramah lingkungan. Sinergi lintas sektor diharapkan mampu mendorong implementasi program yang berkontribusi nyata terhadap penurunan emisi gas rumah kaca serta keberlanjutan sektor pertanian di Sulawesi Tengah.
Penulis : Mar'atus Sholihatul Amanah
Editor : Irwan Suluk Padang