Gerak Cepat Lindungi Rakyat! Mentan Amran Bongkar Praktik Oplos Beras Subsidi di Jakarta Timur
JAKARTA – Komitmen menjaga stabilitas pangan untuk kesejahteraan rakyat tidak main-main. Pada Rabu (28/10/2026), Menteri Pertanian (Mentan) Republik Indonesia, Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P., turun langsung memimpin inspeksi mendadak (sidak) dan membongkar praktik kecurangan pengoplosan beras subsidi di kawasan Matraman dan Pasar Induk Cipinang, Jakarta Timur.
Langkah taktis ini bermula dari temuan sebuah rumah di Matraman yang secara sembunyi-sembunyi disulap menjadi gudang pengoplosan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Di lokasi tersebut, Mentan Amran mendapati beras subsidi yang seharusnya dinikmati rakyat dengan harga terjangkau (Rp 12.500/kg), justru dibongkar, dicampur dengan beras tanpa merek, dan dikemas ulang untuk dijual seharga beras premium (Rp 17.000/kg).
"Ini kemasan khusus untuk rakyat Indonesia dan ini disubsidi. Kita jual hanya Rp 12.500, dibongkar kemudian dijual Rp 17.000 ke pasar. Yang jelas penemuan saat ini 600 ton, berarti ini ribuan ton. Ini sudah tidak sehat!" tegas Mentan Amran dengan raut kecewa saat meninjau langsung tumpukan beras sitaan.
Mentan Amran sangat mengecam tindakan oknum yang mencederai kerja keras pemerintah dan para petani di lapangan. Beliau mengingatkan bahwa di saat jajaran Kementerian Pertanian dan seluruh SobaTani berjibaku tanpa lelah memeras keringat demi mempertahankan produksi di tengah krisis pangan global, masih ada pihak yang tega merampas hak masyarakat berpenghasilan rendah. Praktik ini dinilai mengkhianati perjuangan petani dalam menjaga ketahanan pangan nasional.
Selain menggerebek gudang di Matraman, gerak cepat ini juga menyasar sebuah toko beras di Pasar Induk Cipinang yang kedapatan menjalankan modus serupa dengan ribuan ton stok beras siap oplos.
Sebagai bentuk komitmen nyata membersihkan rantai pasok pangan, Mentan Amran tidak akan pandang bulu. Beliau secara tegas menginstruksikan agar aparat keamanan memproses hukum para pelaku. Lebih jauh, ia menegaskan akan langsung memecat secara tidak hormat siapa pun—termasuk oknum Kementerian Pertanian maupun Bulog—yang terbukti ikut bermain dalam praktik keji tersebut.
Ketegasan di lapangan ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah selalu hadir untuk melindungi jerih payah para pahlawan pangan dan memastikan ketersediaan pangan yang adil bagi seluruh lapisan masyarakat.