BRMP Sulteng dan BWS Sulawesi III Perkuat Sinergi Infrastruktur Irigasi Program CSR
Palu, 2 November 2026 — Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Tengah memperkuat koordinasi lintas sektor dalam mendukung pelaksanaan Program Cetak Sawah Rakyat (CSR) melalui rapat koordinasi bersama Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi III Palu dan Kementerian Pertanian. Kegiatan berlangsung di Ruang Rapat Gumbasa BWS Sulawesi III Palu, Senin (2/11).
Kepala BRMP Sulawesi Tengah, Dr. Ruslan Boy, S.P., M.Si., didampingi Ketua Kelompok Substansi (Kapoksi), Ketua Tim Kerja (Katimker), serta Penanggung Jawab Swasembada Pangan dari 12 kabupaten dan 1 kota se-Sulawesi Tengah, mengikuti pertemuan yang berfokus pada sinkronisasi dan penyelarasan pelaksanaan dukungan pengairan pada Program CSR Tahun Anggaran 2025 dan 2026.
Dalam penyampaiannya, Kepala BRMP Sulawesi Tengah menekankan pentingnya kolaborasi dan koordinasi antarinstansi, khususnya Kementerian Pertanian dan Kementerian Pekerjaan Umum, dalam memastikan keberhasilan program cetak sawah rakyat. Ia juga mengarahkan agar dilakukan persiapan pengusulan pembangunan maupun perbaikan jaringan irigasi yang berkaitan dengan lokasi cetak sawah rakyat, termasuk wilayah-wilayah yang memiliki potensi mengalami kekeringan. Ketersediaan sumber air dan dukungan infrastruktur pengairan menjadi aspek penting yang harus diperhatikan agar lahan sawah yang telah dicetak dapat dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan.
Dalam rapat tersebut, masing-masing Penanggung Jawab Swasembada Pangan kabupaten/kota juga menyampaikan laporan mengenai kondisi daerah irigasi di wilayah kerja masing-masing, termasuk kondisi jaringan irigasi, ketersediaan sumber air, serta lokasi-lokasi yang berpotensi mengalami kekeringan. Penyampaian kondisi faktual tersebut menjadi bahan identifikasi dan pemetaan kebutuhan penanganan infrastruktur irigasi serta penyusunan usulan prioritas sesuai kebutuhan di lapangan.
Menanggapi hal tersebut, Kepala BWS Sulawesi III Palu Medya Ramdhan, S.T., menegaskan pentingnya kolaborasi antarinstansi dalam menjamin ketersediaan air untuk mendukung kegiatan pertanian di masing-masing wilayah. Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah diperlukan agar permasalahan pengairan dapat diidentifikasi dan ditangani secara tepat. Selain itu, diperlukan pembahasan lebih lanjut mengenai strategi dan mekanisme pembangunan maupun perbaikan jaringan irigasi, dengan mempertimbangkan kondisi teknis lapangan serta kewenangan pengelolaan daerah irigasi masing-masing.
Koordinasi ini merupakan bagian dari upaya sinkronisasi program CSR Tahun Anggaran 2025 dan 2026, sejalan dengan Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2025. Dukungan BWS Sulawesi III Palu terhadap usulan pemerintah daerah, baik provinsi, kabupaten maupun kota, akan disesuaikan dengan hasil identifikasi kebutuhan dan kelayakan teknis di lapangan. Diharapkan dengan koordinasi dan sinergi antara Kementerian Pertanian, Kementerian Pekerjaan Umum, BRMP Sulawesi Tengah, BWS Sulawesi III Palu, dan pemerintah daerah, kebutuhan infrastruktur irigasi pada lokasi cetak sawah rakyat maupun wilayah rawan kekeringan dapat teridentifikasi dengan baik. Langkah ini menjadi bagian penting dalam menjamin ketersediaan air, mengoptimalkan pemanfaatan lahan pertanian, meningkatkan produktivitas, serta memperkuat ketahanan pangan di Sulawesi Tengah.
Penulis: Irwan S.
Editor: Risna