Gerakan Tanam Padi CSR di Marawola, BBRMP Sulteng Percepat Realisasi Penanaman
Sigi, 2 Februari 2026 — Plt. Kepala BBRMP Sulawesi Tengah, Dr. Femmi Nor Fahmi, S.Pi., M.Si., bersama jajaran fungsional BRMP Sulteng menghadiri kegiatan Gerakan Tanam Padi pada lokasi program Cetak Sawah Rakyat (CSR) di Kelompok Tani Bironggoloe, Kecamatan Marawola, Kabupaten Sigi. Program CSR di lokasi tersebut mencakup luasan total 10,8 ha, dengan penanaman perdana seluas 1 ha menggunakan varietas padi Mekongga.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh perwakilan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Sigi, Polsek dan Koramil Marawola, pemerintah kecamatan dan desa, penyuluh pertanian, serta perwakilan kelompok tani setempat.
Camat Marawola yang diwakili oleh Kepala Seksi Pemerintahan, Mohammad Ali, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia berharap gerakan tanam padi ini tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, melainkan mampu mendorong semangat kelompok tani dalam mempercepat penanaman sekaligus meningkatkan produktivitas pertanian di wilayah Marawola.
Dalam sambutannya, Plt. Kepala BBRMP Sulteng Dr. Femmi Nor Fahmi, S.Pi., M.Si., menegaskan bahwa pelaksanaan program Cetak Sawah Rakyat dilakukan oleh penyedia hingga kondisi lahan siap untuk ditanami. Ia juga menekankan pentingnya peran aktif penyuluh pertanian dalam mengawal proses konstruksi cetak sawah, melakukan pemantauan lapangan, serta menyampaikan laporan perkembangan kegiatan secara berkala.
Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Sigi yang diwakili oleh Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian, Ilham, SP., MP., menjelaskan bahwa program Cetak Sawah Rakyat merupakan bagian dari program strategis nasional dalam mendukung swasembada pangan. Untuk itu, ia mengajak seluruh unsur terkait, baik pemerintah kecamatan maupun desa, agar terus berperan aktif dan bersinergi dalam mendukung pelaksanaan konstruksi cetak sawah di Kabupaten Sigi.
Kepala Desa Beka, Muh. Rifai, SP., berharap pembangunan saluran irigasi dapat segera direalisasikan sehingga pemanfaatan lahan cetak sawah oleh petani dapat berjalan secara optimal.
Pada sesi diskusi, sejumlah persoalan teknis turut dibahas, khususnya terkait kesiapan saluran air serta ketersediaan benih padi yang mendekati masa kedaluwarsa.
Diharapkan melalui koordinasi yang baik dan solusi bersama, berbagai kendala tersebut dapat segera diatasi sehingga penanaman di seluruh areal CSR dapat segera terealisasi dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan produksi pangan.
Penulis : Risna
Editor : Irwan Suluk Padang