Pacu Produksi Telur Nasional, BRMP Sulawesi Tengah Ikuti Rakor Percepatan Program Ayam Petelur 2026
Sigi, 4 Mei 2026. BRMP Sulawesi Tengah turut mengikuti rapat koordinasi secara daring melalui Zoom Meeting dalam rangka percepatan pelaksanaan program ayam petelur Tahun Anggaran 2026. Kegiatan ini dipimpin oleh Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan dengan agenda Pembahasan Progres Tahap Pertama, Usulan Tambahan, serta Review Mekanisme Pengusulan, Verifikasi, dan Penetapan CPCL.
Kementerian Pertanian (Kementan) RI terus mendorong penguatan sektor peternakan melalui program pengembangan ayam petelur “Ayam Petelur Merah Putih”. Program ini diarahkan untuk meningkatkan produksi telur nasional, memperkuat ketahanan pangan, serta mendorong peningkatan pendapatan peternak rakyat pada periode 2025–2026, sekaligus mendukung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis.
Dalam implementasinya, pemerintah memberikan bantuan secara menyeluruh kepada kelompok peternak, mulai dari penyediaan bibit ayam (DOC), pembangunan dan perbaikan kandang, dukungan pakan, hingga obat-obatan dan vitamin. Selain itu, pendampingan teknis dilakukan secara berkelanjutan agar usaha peternakan dapat dikelola dengan baik dan berkelanjutan.
Rapat dibuka oleh Direktur Perbibitan Ternak, Dr. Hary Suhada, S.Pt., M.Sc., IPU. Dalam pemaparannya disampaikan bahwa hingga saat ini sebanyak 23 satuan kerja telah melaksanakan tahap pertama dengan total penyaluran mencapai 44.400 ekor DOC yang tersebar di 74 kelompok pada 19 satker.
Dalam pelaksanaannya di lapangan, masih terdapat sejumlah kendala, diantaranya jarak antara penyedia DOC dengan lokasi penyaluran yang cukup jauh sehingga memengaruhi kelancaran distribusi. Oleh karena itu, percepatan pengusulan serta ketelitian dalam penyusunan data menjadi perhatian penting agar proses verifikasi dan penetapan CPCL dapat berjalan lebih efektif, tepat waktu, dan tepat sasaran.
Sebagai tindak lanjut, seluruh satuan kerja diharapkan dapat segera menyempurnakan usulan tambahan dengan memperhatikan kelengkapan administrasi dan kesiapan kelompok penerima. Koordinasi lintas pihak, baik di tingkat pusat maupun daerah, juga perlu terus diperkuat agar pelaksanaan program dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi peternak serta masyarakat secara luas.
Penulis : Muh. Fajrin Utina
Editor : Irwan Suluk Padang