Percepatan Tanam CSR melalui Gerakan Tanam Serempak di Kabupaten Donggala
Donggala, 22 Mei 2026. Sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional, Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) melaksanakan Gerakan Tanam Serempak seluas 50.000 hektare pada lahan Oplah 2024–2025 dan Cetak Sawah Rakyat (CSR) 2025 di berbagai wilayah Indonesia.
Program ini menjadi langkah nyata dalam mendukung percepatan swasembada pangan yang berkelanjutan. Berbagai upaya terus dilakukan untuk mendukung percepatan tanam, mulai dari optimalisasi sumber air, pemetaan potensi air secara nasional, hingga penerapan pompanisasi pada wilayah yang mengalami keterbatasan air. Pemerintah juga menyiapkan benih padi unggul yang lebih adaptif terhadap kondisi kekeringan sebagai bentuk antisipasi terhadap perubahan iklim.
Di Provinsi Sulawesi Tengah, kegiatan percepatan tanam lahan CSR dipusatkan di Desa Dampal, Kecamatan Sirenja, Kabupaten Donggala. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Pusat Pendidikan Pertanian BBPSDMP Dr. Moh. Amin, S.Pi., M.Si., Kepala BRPM Sulawesi Tengah Dr. Ruslan Boy, SP., M.Si, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Donggala Ir. Anhar, M.M., Sekcam Sirenja, unsur Muspika, penyuluh pertanian, pelaku utama, serta berbagai pihak terkait lainnya. Dalam sambutannya, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian menegaskan pentingnya optimalisasi pemanfaatan lahan pertanian untuk mendukung percepatan swasembada pangan nasional. Beliau menyampaikan bahwa seluruh lahan yang telah tersedia harus segera dimanfaatkan untuk kegiatan budidaya dan tidak boleh dibiarkan kosong atau tidak ditanami.
Selain itu, pemanfaatan alat dan mesin pertanian (alsintan) juga harus dilakukan secara maksimal guna mempercepat proses pengolahan lahan dan penanaman. Dengan dukungan alsintan yang optimal, diharapkan pekerjaan di lapangan menjadi lebih efektif, efisien, dan mampu mempercepat pencapaian target luas tanam. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Donggala menyampaikan bahwa kolaborasi lintas sektor memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan produksi pangan di Kabupaten Donggala. Sinergi antara pemerintah, penyuluh, petani, serta berbagai pihak terkait dinilai menjadi kunci dalam mendukung percepatan tanam dan peningkatan produktivitas pertanian di daerah. Dengan kerja sama yang kuat dan saling mendukung, diharapkan berbagai tantangan di lapangan dapat diatasi bersama sehingga upaya penguatan ketahanan pangan dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan.
Dalam pelaksanaannya, percepatan tanam pada lokasi cetak sawah rakyat masih menghadapi sejumlah tantangan di lapangan. Meski demikian, proses penanaman diharapkan dapat segera diselesaikan dalam bulan ini agar kegiatan budidaya dapat segera berjalan optimal.
Sejumlah langkah strategis terus dilakukan untuk mempercepat penyelesaian kendala yang ada. Pemenuhan kebutuhan benih dipacu melalui koordinasi intensif dengan penyedia benih, percepatan distribusi, serta optimalisasi pemanfaatan benih cadangan dari wilayah terdekat.
Sementara itu, pada lahan yang membutuhkan pengolahan ulang, percepatan dilakukan dengan memaksimalkan penggunaan alat dan mesin pertanian (alsintan) serta pengaturan jadwal kerja yang lebih efektif. Untuk mendukung ketersediaan air pada lahan tadah hujan, dilakukan pompanisasi dari sumber air terdekat, pembangunan dan perbaikan saluran irigasi sederhana, serta penguatan tata kelola air di tingkat lapangan.
Menghadapi dampak El Nino, pemerintah juga mendorong penggunaan varietas padi tahan kekeringan dan penyesuaian pola tanam sesuai kondisi ketersediaan air di masing-masing wilayah. Selain itu, percepatan pelaksanaan SID tahap II seluas 2.028 hektare terus didorong guna mendukung kesiapan pengembangan lahan baru beserta sarana produksinya.
Dengan kolaborasi dan sinergi berbagai pihak, diharapkan seluruh proses percepatan tanam dapat berjalan optimal sehingga target luas tanam tercapai dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi penguatan ketahanan pangan nasional.