Deteksi Dini Serangan Penggerek Batang, BRMP Sulteng Perkuat Pengawalan Padi PM-AAS di Parimo
Parigi Moutong, 15 September 2026. Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Tengah memperkuat pengawalan pertanaman padi Pertanian Modern–Advanced Agricultural System (PM-AAS) di Kabupaten Parigi Moutong setelah ditemukan indikasi awal serangan hama penggerek batang pada beberapa titik pertanaman di Kelompok Tani Sritumpuk Satu, Desa Mertasari, Kecamatan Parigi.
Monitoring dilakukan untuk memastikan kondisi pertanaman tetap terjaga sekaligus mendeteksi dan menangani potensi serangan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) sejak dini. Respons cepat menjadi bagian penting dalam pengawalan PM-AAS agar gangguan pada tanaman dapat segera diidentifikasi dan ditindaklanjuti sesuai kondisi lapangan.
Monitoring dipimpin langsung Kepala BRMP Sulawesi Tengah, Dr. Ruslan Boy, S.P., M.Si., bersama Penanggung Jawab PM-AAS, pejabat fungsional Pengawas Benih Tanaman (PBT), penyuluh BRMP Sulawesi Tengah, Babinsa, Koordinator Penyuluh, serta perwakilan penyuluh dari sejumlah kecamatan.
Berdasarkan hasil pengamatan lapangan, ditemukan indikasi serangan penggerek batang dengan intensitas sekitar 2 persen. Tingkat serangan tersebut masih tergolong rendah, namun tetap memerlukan perhatian agar perkembangannya dapat dikendalikan dan tidak meluas ke bagian pertanaman lainnya.
Tim BRMP Sulawesi Tengah selanjutnya melakukan pengamatan lebih lanjut pada titik-titik yang menunjukkan gejala serangan serta memberikan rekomendasi penanganan kepada petani. Pengendalian diarahkan berdasarkan hasil pengamatan lapangan dengan memperhatikan kondisi tanaman, perkembangan populasi hama, serta prinsip pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan secara tepat.
Kepada pemilik lahan, Hamka Biolan, S.P., menyampaikan bahwa tindak lanjut pengendalian perlu dilakukan secara terpadu melalui pengelolaan pertanaman yang tepat, termasuk pengendalian pada titik serangan, pengaturan air, dan pemupukan sesuai kebutuhan tanaman untuk mendukung pemulihan serta menjaga pertumbuhan padi tetap optimal.
Selain melakukan monitoring tanaman, kegiatan juga dimanfaatkan sebagai forum pembelajaran bersama antara BRMP Sulawesi Tengah dan para penyuluh. Diskusi membahas identifikasi gejala serangan penggerek batang, langkah pengendalian, serta berbagai aspek penerapan teknologi PM-AAS di tingkat lapangan.
Penanggung Jawab PM-AAS, Muchtar, S.P., M.P., memberikan penguatan teknis kepada para penyuluh mengenai pentingnya pemupukan berimbang berdasarkan kebutuhan tanaman. Ia juga menjelaskan pemanfaatan Bagan Warna Daun (BWD) sebagai alat bantu dalam menentukan kebutuhan nitrogen tanaman padi sehingga pemupukan dapat dilakukan secara lebih terukur.
Kepala BRMP Sulawesi Tengah, Dr. Ruslan Boy, S.P., M.Si., dalam diskusi tersebut mendorong para penyuluh untuk meningkatkan intensitas pendampingan dan segera melaporkan berbagai permasalahan yang ditemukan di lapangan.
"Keberhasilan penerapan PM-AAS tidak hanya bergantung pada penerapan komponen teknologinya, tetapi juga pada konsistensi pengawalan di lapangan. Penyuluh harus terus mendampingi petani, mengamati perkembangan tanaman, dan segera melaporkan apabila ditemukan permasalahan sehingga dapat ditindaklanjuti secara cepat dan tepat," ujar Ruslan Boy.
Menurutnya, monitoring secara berkala diperlukan untuk memastikan penerapan teknologi PM-AAS berjalan sesuai prinsip budidaya yang ditetapkan. Setiap kondisi pertanaman harus menjadi bahan evaluasi sehingga rekomendasi teknologi dapat disesuaikan dengan kebutuhan tanaman dan kondisi spesifik lokasi.
Melalui pengawalan yang intensif, BRMP Sulawesi Tengah berkomitmen menjaga pertumbuhan dan performa tanaman padi PM-AAS di Parigi Moutong. Deteksi dini, pengamatan berkala, pendampingan penyuluh, dan respons teknis yang tepat diharapkan mampu menjaga pertanaman tetap optimal serta mendukung pencapaian produktivitas padi yang tinggi dan berkelanjutan.
Penulis: Asnidar
Editor: Hamka Biolan