Kunjungan Ditjen LIP ke BRMP Sulteng, Bahas Tata Kelola Banper Olah Lahan Pasca Cetak Sawah
Sigi, 4 Maret 2026. Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian (Ditjen LIP) melaksanakan kunjungan kerja ke Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Sulawesi Tengah (BRMP Sulteng) dalam rangka membahas mekanisme penyaluran bantuan pemerintah (banper) untuk kegiatan olah lahan pasca cetak sawah. Pertemuan yang berlangsung di Agriculture Operation Room (AOR) BRMP Sulteng tersebut dihadiri oleh perwakilan Ditjen LIP, Kepala Bagian Tata Usaha BRMP Sulteng, para Ketua Kelompok Substansi dan Ketua Tim Kerja BRMP Sulteng dan Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), serta Penanggung Jawab dan staf program swasembada pangan BRMP Sulteng.
Pembahasan difokuskan pada penguatan tata kelola penyaluran banper ke daerah melalui skema mekanisme berjenjang. Dalam skema tersebut, petani atau kelompok tani berperan sebagai penerima manfaat, penyuluh pertanian kabupaten/kota bertindak sebagai pengusul, dilanjutkan dengan proses verifikasi oleh penyuluh tingkat provinsi. Selanjutnya, BRMP provinsi melakukan verifikasi lanjutan sebelum data terhubung dengan sistem Kementerian Pertanian. Rangkaian mekanisme ini memastikan proses verifikasi dan monitoring berjalan transparan, akurat, dan tepat sasaran.
Dalam aspek identifikasi CPCL (Calon Petani dan Calon Lokasi), prioritas bantuan pemerintah diarahkan pada lahan CSR yang telah memiliki realisasi tanam. Kebijakan ini bertujuan memastikan intervensi olah lahan pasca cetak sawah memberikan dampak langsung terhadap peningkatan luas tambah tanam (LTT) sekaligus mempercepat capaian produksi. Pendekatan berbasis realisasi tanam ini juga menjadi instrumen mitigasi risiko agar bantuan tidak berhenti pada tahap administratif, melainkan menghasilkan output nyata di lapangan.
Penguatan mekanisme verifikasi, penajaman prioritas CPCL, serta integrasi sistem pelaporan menjadi fondasi penting agar dukungan banper benar-benar berkontribusi pada peningkatan produktivitas pertanian di Sulawesi Tengah secara berkelanjutan.
Penulis : Mar'atus sholihatul Amanah
Editor : Hamka Biolan